Penundaan Pembelajaran Tatap Muka Meluas

Solo, KabarBerita.id – Pemerintah daerah (pemda) yang memutuskan menunda pembelajaran tatap muka (PTM) terus meluas. Beberapa daerah menilai PTM pada Januari 2021 dilakukan karena situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air penyebarannya terus menunjukkan tren peningkatan.

Disdik Kota Salatiga, Jawa Tengah, menghentikan sementara kegiatan PTM yang telah berjalan di sejumlah satuan pendidikan menengah. Kepala Disdik Salatiga, Yuni Ambarwati, membenarkan telah menutup SMPN 4 Salatiga, SMPN 9 Salatiga, serta SMAN 2 Salatiga akibat ada yang terpapar Covid-19.

Disdik Kota Salatiga pun tidak mengizinkan sekolah menggelar kegiatan PTM setidaknya dalam dua pekan ke depan. Penutupan sekolah bisa saja diperpanjang hingga awal tahun depan jika masih ditemukan ada yang terpapar. “Penutupan selama 14 hari pada sekolah yang terjadi pos penularan korona tersebut,” ujar dia di Salatiga, Jumat (18/12).

Dengan demikian, kata dia, terhitung mulai Jumat (18/12) hingga 31 Desember 2020 nanti, ketiga sekolah tersebut tidak lagi menggelar PTM. Sedangkan sekolah lain, meski tidak ditemukan kasus penularan Covid-19, juga tidak diizinkan tatap muka. “Kegiatan para siswa sementara kembali diarahkan secara daring,” kata dia.

Yuni juga tidak mengelak, jika belasan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan di tiga sekolah yang berada di wilayah Kota Salatiga tersebut telah terpapar Covid-19 dan kini harus menjalani isolasi. Berdasarkan data yang dihimpun Disdik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga, jumlahnya kini telah mencapai 31 orang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jateng, juga memutuskan menunda PTM sesuai Gubernur Jawa Tengah yang ditujukan kepada bupati/wali kota se-Jateng. “Kita ditunda juga. Yang diperintahkan ditunda hanya PAUD, SD, SMP, dan Dikmas,” kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Padahal, Pemkot Solo sebelumnya telah menggelar simulasi PTM di tiga sekolah setingkat SMP khusus kelas IX. Sebelum simulasi, para murid, guru dan karyawan menjalani rapid test atau tes cepat. Meski PTM ditunda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati menyatakan, persiapan akan terus dilakukan.

“Lihat situasi dan kondisi, tapi persiapan jalan terus. Eksekusi untuk sekolah tatap muka masih nunggu situasi dan kondisi, nunggu perkembangan Covid-19,” ujar Etty.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah menerbitkan surat edaran terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran tersebut, ada empat poin yang menjadi perhatian khusus. Salah satunya adalah perihal penundaan sekolah tatap muka yang sedianya akan dimulai awal 2021 nanti.

“Penundaan sekolah tatap muka, pada satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga Pendidikan Masyarakat (Dikmas),” kata Ganjar.

Mempertimbangkan kondisi pandemi yang masih belum pasti bisa dikendalikan, kegiatan sekolah tatap muka masih akan ditunda terlebih dahulu karena semua yang terkait dengan Covid-19 masih belum pasti. Sehingga sekolah tatap muka masih berisiko besar terhadap penyebaran Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut, Ganjar telah meminta agar satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga Dikmas menunda PTM. Sarana prasarana hingga prosedur operasional standar (POS) pencegahan harus benar-benar disiapkan dengan maksimal. Sehingga proses belajar tatap muka benar-benar aman di tengah kasus Covid-19 yang masih terus melonjak.

“Sekarang kita sudah punya di sekolah. Maka, kemudian gurunya, siswanya dan seterusnya hingga wali siswa atau orang tua siswa juga mesti dipastikan benar- benar telah siap,” ujar Ganjar.

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jateng, lebih dulu mengambil keputusan untuk menunda PTM yang dijadwalkan Januari 2021. Keputusan ini diambil menyusul meninggalnya lima guru SMP 3 Jekulo akibat terpapar Covid-19.

“Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga untuk membuat surat edaran kepada sekolah bahwa pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan,” kata Plt Bupati Kudus, Hartopo, pekan lalu.

Penundaan juga dilakukan Pemkot Depok, Jawa Barat. Disdik Kota Depok mengurungkan rencana PTM karena angka penyebaran Covid-19 yang kembali meningkat, hingga Kota Depok kembali masuk zona merah. Disdik Depok tetap melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar secara daring.

Alasan Pemkot Depok membatalkan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 karena lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan para peserta didik. Pembelajaran tatap muka dinilai sangat berisiko dengan kondisi Depok yang penyebaran Covid-19 masih tinggi.

“Untuk itu, para orang tua siswa diminta lebih intensif mendampingi anaknya. Jadi, kami berharap orang tua dapat lebih intensif lagi mendampingi proses belajar anak secara online atau PJJ,” ujar Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here