Berita  

Pemprov Banten Doa Bersama Untuk Korban Bencana Tsunami

Serang, Kabarberita.id – Pemerintah Provinsi Banten menyelenggarakan dzikir dan doa bersama (istigosah) untuk korban tsunami Selat Sunda serta menjelang pergantian tahun 2019 yang bertempat di Mesjid Raya Albantani KP3B Curug Kota Serang, Senin malam.

Acara tersebut diawali dengan shalat Maghrib berjamaah dilanjut dengan hataman Alquran, kemudian shalat Isya berjamaah, istigosah dan dzikir bersama.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Banten H. Wahidin Halim, Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Tomex Kurniawan, Pj. Sekda Banten Ino S. Rawita, para ulama se- Provinsi Banten, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten serta jajarannya, serta unsur forkopimda Provinsi Banten dan masyarakat sekitar. Dzikir dan doa bersama dipimpin oleh ustadz. Komarudin.

Dalam sambutannya Gubernur Banten mengatakan, Provinsi Banten terutama daerah yang berada di sepanjang Selat Sunda mengalami cobaan yang berat.

“Banyak yang kehilangan keluarga, sanak saudara, teman, rumah serta harta benda. Hal ini merupakan ujian dari Allah swt yang menjadikan kita semakin dekat kepada-Nya,” kata Wahidin.

Gubernur Banten mengungkapkan hal ini menjadi renungan bersama, introspeksi bersama bahwa semua itu adalah urusan Allah semata. Gubernur mengajak warga Banten mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran dan yang masih hidup diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah.

Gubernur Banten merasa terharu atas sikap spontan masyarakat yang peduli terhadap bencana. “Hal ini merupakan bentuk simpati terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana,” kata Wahidin.

Gubernur Banten mengungkapan bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah mendirikan 29 posko yang tersebar di daerah yang terkena dampak bencana.

Gubernur Banten juga mengapresiasi TNI dan Polri atas kesigapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Tanpa diminta mereka langsung terjun ke lapangan untuk mengevakuasi jenazah serta mengidentifikasi jenazah,” katanya.

Gubernur pun berharap bencana ini tidak terjadi lagi di Provinsi Banten.

“Mari kita jadikan Banten bersatu, Banten yang baldatun thoyibatun wa robbun gofur,” tegas Wahidin.

Di akhir sambutannya Gubernur Banten menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah merayakan pergantian tahun masehi, karena memang dirinya mengakui tidak pernah dicontohkan oleh orang tuanya.

“Tinggalkan kebiasaan orang orang luar negeri. Jadikan hari tersebut untuk berkumpul dengan keluarga di rumah dan beribadah kepada Allah swt,” kata Wahidin.

Selain di Masjid Raya Al Bantani, sebagian warga di Kota Serang menggelar dzikir dan doa bersama (istigosah) di masjid-masjid dalam rangka menyambut tahun baru Masehi 2019, Selasa malam.

Warga Kota Serang juga menggelar doa dan dzikir bersama seperti di Masjid Al-Islam Perumahan Bumi Agung Permai 1 Kota Serang. Di sejumlah masjid lainnya di Pabuaran, Lopang, dan Masjid Raya At-Sauroh Kota Serang juga menggelar doa bersama dan dzikir.

Doa dan dzikir bersama dimulai sekitar pukul 23.30 WIB hingga memasuki pergantian tahun baru 2019.

Tinggalkan Balasan