Pembicaraan Damai Gagal, Perang Armenia-Azerbaijan Terus Berlanjut

Jakarta, KabarBerita.id — Pemimpin Armenia maupun Azerbaijan menolak usulan pembicaraan damai yang diserukan berbagai negara. Kedua negara hingga saat ini masih saling tuduh sebagai pihak yang menghalangi negosiasi atas wilayah separatis Nagorno-Karabakh.

Presiden Azerbaijan Ilkham Aliyev mengatakan kepada saluran TV Rusia, Rossia 1 bahwa negaranya telah berkomitmen untuk merundingkan resolusi tetapi Armenia menghalangi proses tersebut.

“Perdana menteri Armenia secara terbuka menyatakan bahwa Karabakh adalah (bagian dari) Armenia, titik. Dalam hal ini, proses negosiasi seperti apa yang dapat kita bicarakan,” kata Aliev dilansir dari Associated Press, Rabu (30/9).

Dia menambahkan, sesuai dengan prinsip-prinsip dari kelompok Minsk, maka untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh, wilayah ini seharusnya dipindahkan ke Azerbaijan.

Grup Minsk yang didirikan pada 1992 adalah Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa.

Sementara itu, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan sangat sulit untuk berbicara tentang negosiasi ketika operasi militer sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Dia meminta Azerbaijan untuk segera mengakhiri agresinya terhadap Nagorno-Karabakh dan Armenia. Ia pun menganggap serangan yang dilakukan Azerbaijan sebagai ancaman eksistensial bagi Armenia.

“Pada dasarnya kami menganggapnya sebagai perang yang diumumkan kepada rakyat Armenia,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here