PAN Beda Sikap dengan PDIP, Ogah Revisi UU Pemilu

  • Bagikan
Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay

Jakarta, KabarBerita.id — PDI Perjuangan membuka peluang revisi UU Pemilu saja tanpa mengubah jadwal Pilkada. Namun, Fraksi PAN DPR RI menutup pintu untuk revisi UU Pemilu.

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay mengatakan, PAN tetap dalam sikap menolak revisi UU Pemilu. “Kan yang pertama kali mengusulkan untuk tidak melakukan revisi UU Pemilu kan PAN. Kalau ada yang membuka wacana segala macem kita tetap menginginkan agar UU Pemilu tidak perlu diubah,” ujar Saleh kepada wartawan, Selasa (23/2).

PAN memandang, revisi UU Pemilu akan menambah polemik di antara partai politik. Saleh menyebut, pengalaman pembahasan revisi UU Pemilu sebelumnya, terlalu banyak energi yang dihabiskan. Pembahasannya bisa memakan waktu 1-2 tahun.

“Dan itu menimbulkan polemik yang tidak ringan karena mengakomodir semua hak partai politik,” kata Saleh.

UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang saat ini masih berlaku dinilai bisa digunakan untuk 2-3 kali Pemilu mendatang. Termasuk untuk penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Kita sudah punya UU yang baru sekali dicoba dipakai. Ini masih up to date masih aktual. Kita tetap memakai UU tersebut mungkin 2-3 kali lagi nanti baru kita evaluasi lagi,” kata Saleh.

Anggota Komisi IX DPR RI ini menilai tidak bijak menambah polemik di tengah semua pihak menghadapi pandemi. Pemerintah punya pekerjaan untuk mensukseskan program vaksinasi serta pemulihan ekonomi nasional.

“Dalam situasi sekarang ini kita tidak perlu banyak berpolemik secara politik lah karena kita ini ada PR besar kita untuk menanggulangi Covid-19,” kata Saleh.

“Kami Fraksi PAN mengapresiasi sikap partai lain yang sudah ikut mendukung apa yang disampaikan PAN sebelumnya. Masih ada partai lain yang insya Allah merelakan tidak membahas revisi UU Pemilu ini,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *