Palestina Tuding Israel Tolak Vaksin Covid-19 Masuk Gaza

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Otoritas Palestina menuduh Israel menolak mengizinkan sekitar 2.000 dosis vaksin Virus Corona bagi petugas kesehatan Gaza.
Kementerian kesehatan Palestina, yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki Israel, telah merencanakan untuk mengirim dosis vaksin Sputnik V Rusia ke Gaza, wilayah terpisah yang diperintah oleh kelompok Islam Hamas.

Namun, pada Senin (15/2) malam, kementerian mengatakan Israel telah memblokir transfer vaksin tersebut.

Menteri Kesehatan Mai al-Kaila menyebut Israel memikul “tanggung jawab penuh atas tindakan sewenang-wenang ini”. Pihaknya pun sedang berkoordinasi dengan organisasi internasional untuk mengatur pengiriman secepat mungkin.

COGAT, otoritas Israel yang menjalankan urusan sipil di wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan Otoritas Palestina telah meminta untuk mentransfer 1.000 dosis vaksin ke Gaza tetapi “permintaan ini menunggu keputusan politik”.

Sumber-sumber Israel mengatakan kepada AFP dalam beberapa hari terakhir bahwa transfer itu bukan tindakan administratif sederhana di bawah lingkup COGAT. Melainkan keputusan politik yang mungkin terkait dengan pembicaraan antara Hamas dan Israel.

Kedua belah pihak telah berperang tiga kali sejak 2008, dan Israel telah menuntut pembebasan dua sandera Israel yang dilaporkan masih di Gaza serta sisa-sisa dua tentara yang tewas dalam perang terakhir, pada 2014.

Sebelumnya, Otoritas Palestina mengatakan telah menunda peluncuran kampanye vaksinasi di Tepi Barat karena penundaan pengiriman.

Pihaknya mengantisipasi pengiriman pada pertengahan bulan ini yang memungkinkan untuk memulai memvaksinasi masyarakat umum di Tepi Barat.

“Ada penundaan dalam kedatangan vaksin,” kata Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh menjelang pertemuan kabinet mingguan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dia mengatakan peluncuran vaksinasi untuk masyarakat umum akan diumumkan “di lain waktu”, ketika persediaan yang cukup tiba.

PA memprediksi sekitar dua juta dosis yang dipesan dari berbagai produsen, selain vaksin dari program Covax yang didukung PBB, yang disiapkan untuk membantu negara-negara yang kurang kaya mendapatkan vaksin.

Mereka mulai memvaksinasi petugas kesehatan garis depan awal bulan ini dengan pengadaan awal 10.000 dosis vaksin Sputnik V, serta beberapa ribu dosis produk Moderna melalui Israel.

Negara Yahudi, yang melakukan salah satu negara dengan vaksinasi tercepat di dunia per kapita, menerima seruan internasional untuk berbagi stoknya dengan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan Gaza yang diblokade Israel.

Palestina sendiri memiliki hampir 115.000 kasus Virus Corona di Tepi Barat, dengan 1.400 kematian. Sementara, Hamas mencatat hampir 53.600 kasus di Gaza, dengan 537 di antaranya kasus kematian.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan