Pakistan Bebaskan Terpidana Mati Pembunuhan Jurnalis AS

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Mahkamah Agung Pakistan membebaskan terpidana mati Ahmad Saeed Omar Sheikh, yang divonis bersalah karena membunuh seorang jurnalis surat kabar Wall Street Journal, Daniel Pearl, pada 2002 silam.
Dilansir Associated Press, Kamis (28/1), Mahkamah Agung Pakistan juga menolak banding yang diajukan oleh jaksa penuntut umum dan keluarga mendiang.

Jaksa penuntut umum, Mehmood A. Sheikh, menyatakan Mahkamah Agung juga memerintahkan tiga warga Pakistan lainnya yang divonis penjara seumur hidup karena disebut turut terlibat menculik dan pembunuhan Pearl juga dibebaskan.

“Keputusan hari ini adalah bentuk kemunduran dan melepaskan para pembunuh itu juga membahayakan para jurnalis di mana pun dan para penduduk Pakistan,” demikian isi pernyataan keluarga Pearl.

Sheikh selama ini ditahan sambil menunggu proses banding perkaranya. Dua pekan sebelum putusan itu dibuat, Sheikh sempat mengirim surat kepada Mahkamah Agung yang menyatakan peranannya dalam peristiwa penculikan dan pembunuhan Pearl sangat kecil.

Di dalam surat itu, Sheikh mengatakan orang yang memancung Pearl adalah Atta-ur-Rahman alias Naeem Bokhari. Dia sudah dieksekusi atas perbuatannya di pangkalan militer di Karachi.

Amerika Serikat mendesak supaya Sheikh diekstradisi untuk diadili. Namun, belum ada keputusan dari Pakistan terkait permintaan itu.

Pearl yang berasal dari Encino, California, hilang saat meliput pada 23 Januari 2002 ketika sedang menelusuri hubungan antara milisi Pakistan dan warga AS, Richard C. Reid.

Reid dijuluki “Pengebom Sepatu” karena mencoba meledakkan pesawat penumpang rute Paris ke Miami, dengan bahan peledak yang disembunyikan di sepatunya. Diduga Reid mendapatkan ilmu dan bahan peledak dari kelompok milisi Pakistan.

Saat itu Sheikh ditugaskan memancing Pearl datang ke Karachi, dan kemudian diculik.

Tidak lama berselang, Kedutaan Besar AS di Karachi mendapat kiriman video berisi rekaman pemenggalan Pearl. Jasad Pearl kemudian ditemukan di sebuah kuburan di kawasan selatan Karachi.

Kisah pencarian Pearl dituangkan dalam buku oleh sang istri, Mariane Pearl, lalu diadaptasi menjadi sebuah film berjudul A Mighty Heart yang dirilis pada 2007 silam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan