Nasdem Ingin Ambang Batas Pilpres Tinggi, Cegah Capres Dagelan

Jakarta, KabarBerita.id — Ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (Preshold) harus tetap berlaku. Tujuannya, mencegah pasangan capres dagelan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Untuk itu, Nasdem mengusulkan angka Preshold 15 persen.

“Kami tidak ingin orang dalam kontestasi ini (pilpres) sekadar coba-coba. Makanya penting dilakukan pembatasan. Kalau kemudian Preshold nol persen maka semua orang bisa mencalonkan diri dan bisa menjadi dagelan saja di situ,” kata Ketua Fraksi Partai Nasdem ini.

Menurutnya, Nasdem mengusulkan Preshold 15 persen suara partai atau koalisi yang lolos DPR. Alasannya, pilpres merupakan pesta demokrasi untuk rakyat Indonesia, sehingga harus sedapat mungkin disuguhkan banyak figur nasional yang mempunyai kapasitas serta integritas.

Jika pembatasan 15 persen, kemungkinan kalau dihitung 100 persen, maka akan ada empat paslon. “Masyarakat punya banyak pilihan, kita berharap lahir pemimpin yang betul-betul dikehendaki dan diharapkan. Jadi bukan pemimpin yang didesain,” ungkap Ali.

Menyangkut Parliamentary Threshold (PT) Ali menyatakan, Fraksi Nasdem menginginkan 7 persen. “Kami belum berubah. Toh ini masih pembahasan, pasti fleksibel,” katanya.

Prinsipnya, PT itu harus ada bergerak naik dari pemilu ke pemilu. “Sebenarnya, selalu kita berpikir seperti itu (7 persen menghilangkan suara rakyat). Sekalian saja tidak usah dibatasi. Tapi nanti orang akan banyak sekali berbisnis partai,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here