Berita  

Misbakhun Bertekad Menang Pileg dan Pilpres

Jakarta, Kabarberita.id – Calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI dari Partai Golkar Mukhamad Misbakhun bertekad agar dirinya terpilih menjadi anggota DPR RI, sekaligus memenangkan pasangan Capres/Cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di daerah pemilihannya.

Mukhamad Misbakhun melalui siaran persnya, di Jakarta, Senin (14/1) malam, mengatakan untuk merealisasikan tekadnya dirinya secara intensif melakukan konsolidasi dengan menggerakkan para relawan sebagai mesin politiknya serta struktur Partai Golkar di Daerah Pemilihan Jawa Timur II, yakni Kabupaten/Kota Pasuruan serta Kabupaten/Kota Probolinggo.

Melalui konsolidasi yang dilakukan secara intensif, Misbakhun saat ini adalah anggota Komisi XI DPR RI, menargetkan perolehan suara Partai Golkar di Daerah Pemilihan Jawa Timur II pada Pemilu Legislatif 2019, dapat melampaui 15.000 suara.

“Para relawan harus bekerja keras dan kompak untuk meningkatkan perolehan suara Partai Golkar di Pasuruan dan Probolinggo yang merupakan bagian dari wilayah tapal kuda,” katanya pula. Anggota Badan Legislasi DPR RI ini melihat, temperatur politik menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 semakin meningkat, karena banyak bermunculan kampanye negatif dan informasi hoaks yang menyasar kepada Calon Presiden nomor urut 01.

Karena itu, Misbakhun juga memberikan pembekalan kepada kelompok relawan binaannya, yakni Tekun, dengan argumentasi-argumentasi yang dapat menangkis kampanye negatif soal utang luar negeri pemerintah yang sering diwacanakan tim capres-cawapres lainnya.

Misbakhun menjelaskan bahwa utang luar negeri tersebut adalah akumulasi dari utang luar negeri pemerintahan sebelumnya, dan pemerintah tetap dapat membayar cicilannya secara rutin. Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu menambahkan, narasi tentang tambahan utang sengaja dibuat oleh pihak yang tak menginginkan Presiden Jokowi menang pilpres lagi.

Padahal, kata dia, pemerintah tidak bisa begitu saja berutang karena harus melalui persetujuan seluruh fraksi di DPR, termasuk fraksi-fraksi pendukung calon presiden lainnya.

“Ini perlu dijelaskan ke masyarakat. Dalam setiap pembahasan APBN di DPR, biasanya semua partai politik ikut dan setuju, termasuk politisi partai yang teriak-teriak soal utang,” ujarnya pula. Misbakhun menjelaskan, pemerintahan Presiden Jokowi berutang demi pembangunan yang nilai pinjamannya sudah sesuai perhitungan dan persetujuan berbagai pihak.

“Kalau pun Indonesia membangun infrastruktur tanpa utang pasti bisa, tapi kapan selesainya,” ujar Misbakhun pula.

Dia menegaskan, Pemerintahan Presiden Jokowi yang memiliki kinerja baik, berhasil membangun dan meneruskan pembangunan jalan tol yang terbengkalai, sehingga saat ini jalan tol dari Serang, Banten hingga Surabaya, Jawa Timur sudah tersambung.

Tinggalkan Balasan