Mengenal Pete Buttigieg, Menteri Gay Pilihan Joe Biden

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Di hadapan 26 anggota senat, Menteri Transportasi pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Pete Buttigieg memperkenalkan suaminya, Chasten, yang duduk beberapa meter di belakang dirinya, Kamis (21/1).
Dalam video perkenalannya di hadapan para senator AS yang juga menjadi viral di media sosial, tersebut Buttigieg tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Joe Biden yang telah memberikan kepercayaan padanya masuk ke dalam kabinet.

“Saya juga ingin menggunakan momen ini juga untuk memperkenalkan suami saya Chasten,” ujar Buttigieg yang lalu menolehkan kepalanya ke belakang dalam tayangan video viral dari media sosial Twitter, Sabtu (23/1).

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dia atas banyak pengorbanan dan dukungannya yang membuat ini menjadi mungkin bagi saya untuk melakukan layanan publik ini.”

Sebagai catatan, dalam sejarah Amerika Serikat, Buttigieg adalah anggota kabinet dengan status gay (LGBTQ) pertama, yang juga mengonfirmasinya di depan Senat.

Diketahui, seperti dilansir AFP, Direktur Intelijen saat kepresidenan Donald Trump, Richard Grenell juga dikenal membuka diri sebagai seorang gay. Namun, selama menduduki jabatannya, dia tak pernah mengonfirmasi hal tersebut di depan senat Amerika.

Buttigieg sendiri sebelumnya adalah rival Biden di internal Partai Demokrat saat pencalonan untuk Pemilihan Presiden AS 2020. Namun, konvensi Partai Demokrat akhirnya memilih Joe Biden untuk menantang presiden petahana Donald Trump. Dan, ini setelah menang dan dilantik jadi presiden, Biden tak meninggalkan Buttigieg, justru merekrutnya ke dalam kabinet.

Buttigieg, yang berusia 39 sehari setelah Biden dilantik jadi Presiden AS, sebelumnya adalah Wali Kota South Bend di negara bagian Indiana selama dua periode, 2012-2020. Di sela itu, pada 2014, dia bertugas ke Afghanistan sebagai prajurit intelijen angkatan laut AS.

Biden memuji Buttigieg sebagai pemimpin generasi selanjutnya. Dia menjanjikan Buttigieg akan membawa kemampuan penyelesaian masalah yang kritis untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastuktur transportasi di AS, terutama di era mencegah perubahan iklim ini.

Dalam pertemuan pertama dengan Senat, Buttigieg pun melontarkan gagasan kebijakan iklim Biden yang diyakininya dapat pula mendukung penambahan lapangan kerja, salah satuna dengan pembangunan stasiun-stasiun pengisian bahan bakar mobil listrik.

“Kita tidak dapat tidak melakukan tindakan apapun atas iklim,” kata Buttigieg.

“Pertanyaannya, bagaimana kita melakukan itu sejalan dengan menciptakan kesempatan ekonomi untuk jangka pendek, sementara bisa mencegah bencana untuk jangka panjang,” sambung jebolan Universitas Harvard dan Oxford tersebut.

Sejarah Bagi LGBTQ AS
Dan, pria yang diperkenalkan Buttigieg sebagai suaminya di hadapan Senat, Chasten, adalah seorang guru drama dan juga penulis. Mereka disebutkan menikah pada 2018 silam. Mengutip dari AFP, pernikahan keduanya berawal dari proses lamaran yang dilakukan di bandara Chicago.

Dalam sebuah esai yang diterbitkan South Bend Tribune pada 2015, Pete mulai membuka diri sebagai seorang gay saat masih menjabat sebagai wali kota.

Setelah terpilih pada Desember 2020 lalu, saat kali pertama Biden mengaku akan mengangkat Buttigieg jadi menteri, respons pun berdatangan.

Aktivis HAM AS Alphonso David, pada16 Desember lalu mengatakan pemilihan Buttigieg menjadi bukti bahwa Biden dan Kamala Haris menepati janji untk menciptakan kabinet yang merefleksikan keberagaman dan pengalaman hidup rakyat Amerika.

“Suaranya sebagai seorang juara bagi komunitas LGBTQ di ruang kabinet akan membantu Biden untuk membangun negara kami menjadi lebih baik, kuat, dan lebih sejajar dibandingkan sebelumnya,” ujar David.

Presiden LGBTQ Victory Institute Annise Parker mengatakan Biden, Kamala Haris, dan Buttigieg telah memberikan sebuah corak sejarah baru terutama untuk kelompoknya karena mendapatkan keterwakilan di pemerintahan.

Departemen Transportasi AS sendiri menjadi salah satu badan yang memiliki pekerja paling banyak di Negara Paman Sam. Anggaran tahunannya dari APBN AS mencapai lebih dari US$90 juta, dan karyawannya lebih ari 55.000 orang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan