Mengapa Vaksin Sinovac tak Diberikan ke Penyintas Covid-19?

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Dokter spesialis penyakit dalam konsultasi alergi imunologi Prof Iris Rengganis mengungkapkan alasan mengapa vaksin Covid-19 Sinovac tak diberikan kepada penyintas penyakit yang telah menjadi pandemi ini. Dia mengatakan, hal itu dikarenakan vaksin Covid-19 saat ini sangat terbatas jumlahnya.

“Bukan tidak boleh, tapi tunggu waktunya. Justru kalau sudah pernah kena, kita anjurkan dikasih, tapi nanti dulu. Hanya saja, saat ini masih keterbatasan jumlah vaksinnya,” ungkap Iris, Ahad (17/1).

Iris mengatakan, karena jumlah vaksin yang masih terbatas, maka semakin terbatas pula orang-orang yang bisa diberikan vaksin. Orang-orang yang pernah terinfeksi Covid-19 telah memiliki antibodi alamiah, meskipun antibodi yang ada dalam tubuh hanya sebentar.

“Jadi kita berikan dulu kepada orang yang belum pernah sakit karena tidak memiliki antibodi. Kita prioritaskan dulu,” jelas Iris.

Menurut Iris, jika Pemerintah Indonesia telah menyediakan vaksin lebih banyak lagi dan penyintas Covid-19 termasuk dalam daftar prioritas, maka penyintas pun diperbolehkan untuk disuntik vaksin. Syarat yang paling penting adalah penyintas Covid-19 harus benar-benar dinyatakan sembuh secara klinis dan memiliki uji swab PCR yang mengatakan dia negatif SARS-Cov-2.

“Yang penting dia sudah sembuh. Orang yang divaksin itu orang yang harus sehat. Tidak sakit. Paling tidak kita bisa memantau uji PCR-nya,” tutur Iris.

Pemberian vaksin pun bisa dilakukan kepada orang tanpa gejala yang tak mengetahui bahwa dia pernah terinfeksi Covid-19. Hal itu dikarenakan dalam proses skrining pemberian vaksin, jika calon penerima vaksin benar-benar tak merasakan gejala Covid-19, maka dia pun tak masalah jika memang bisa lolos untuk mendapatkan vaksin.

Iris pun menegaskan, setelah disuntik vaksin, maka bukan berarti tubuh menjadi lebih kebal. Protokol kesehatan tetap harus dijalankan, meskipun sudah dua kali vaksin. “Sebab ini masih pandemi, tetap bisa tertular tapi mungkin tidak separah yang tidak vaksinasi,” jelas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan