Makin Panas, AS Kerahkan 2 Kapal Induk ke Laut China Selatan

  • Bagikan

Jakarta, CNN Indonesia — Dua kelompok kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat menggelar latihan di Laut China Selatan, Selasa (9/2).
Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz bersama kapal penjelajah dan kapal perusak berpeluru unjuk kemampuan di perairan yang disengketakan itu.

Dua kelompok kapal penyerang ini dilengkapi dengan sekitar 120 pesawat tempur.

Pesawat Angkatan Laut AS terbang di atas kapal USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz di Laut China Selatan.

Laut China Selatan menjadi perairan yang rawan konflik terbuka setelah China mengklaim sepihak sebagian besar teritorial itu.

Klaim sepihak China atas Laut China Selatan itu bertabrakan dengan wilayah perairan sejumlah negara Brunei, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Tak hanya diperebutkan dengan negara-negara Asia, sejumlah negara besar juga memiliki kepentingan penting di Laut China Selatan baik secara ekonomi, kebebasan perdagangan dan navigasi, serta secara geopolitik.

Meski tidak memiliki klaim teritorial, AS kerap menentang dan mengecam segala tindakan ekspansi China secara sepihak di Laut China Selatan.
AS, pesaing utama China, menganggap seluruh klaim China terhadap Laut China Selatan ilegal di mata hukum internasional.

Kamis lalu (4/2), Angkatan Laut AS mengirim kapal perusak berpeluru USS John s McCain melalui Selat Taiwan.

Esok harinya, kapal perang yang sama berlayar di dekat Kepulauan Paracel yang telah diklaim China, di Laut China Selatan.

Angkatan Laut AS menyebut operasi kebebasan navigasi yang dilakukan berdasarkan hak, kebebasan dan penggunaan yang sah sesuai hukum internasional.

Laksamana Muda AS, Doug Verissimo, mengatakan operasi kapal induk ganda dilakukan untuk memastikan bahwa mereka mahir secara taktis untuk memenuhi tantangan dalam memelihara perdamaian.

“Kami dapat terus menunjukkan mitra dan sekutu di kawasan tempat kami berkomitmen untuk mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” katanya.

Tujuh bulan lalu, Beijing bereaksi keras ketika AS mengerahkan dua kapal induknya di Laut China Selatan, pertama kali dalam enam tahun dua kapal induk beroperasi di perairan yang sama.

“Tujuan AS untuk membuat perpecahan antar negara, mempromosikan militerisasi Laut China Selatan, merusak perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar negeri CHina, Zhao Lijian saat itu.

Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya Kamis lalu, menggambarkan China sebagai pesaing paling serius. Dia menguraikan rencana menghadapi serangan Beijing terhadap HAM, kekayaan intelektual dan pemerintahan global.

Biden menyebut AS berada dalam persaingan yang ekstrem dengan China. Biden dan para sekutu AS berjanji untuk bekerja sama melawan Beijing.

Sejak menjabat pada 20 Januari, pemerintahan Biden telah menegaskan kembali komitmennya kepada sekutu dan mitra AS di wilayah tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan