Lagi!, Indonesia Berhasil Terpilih Menjadi Anggota Badan Eksekutif UNESCO

  • Bagikan
ilustrasi Gedung UNESCO
ilustrasi Gedung UNESCO

Kabarberita.id – Negara Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai Anggota Badan Eksekutif Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan (UNESCO) periode 2017-2021 pada pemilihan yang berlangsung saat Sidang Umum ke-39 di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.

Alternat Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, Dubes TA Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Kamis (9/11) mengatakan, Indonesia sebelumnya juga pernah menjadi anggota badan eksekutif di tahun 2011-2015.  “Kemudian Indonesia turun dari keanggotannya untuk memberikan kesempatan negara Asia Pasifk lain menjadi anggota badan eksekutif,” ungkapnya.

Menurut Fauzi, pemilihan dilakukan di pagi hari Rabu saat Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Dubes Hotmangaradja Pandjaitan memasukkan kertas suara untuk keenam grup yang ada di UNESCO. Indonesia yang termasuk dalam Grup IV (Asia Pasifik) bertarung bersama enam negara lainnya untuk menempati enam kursi yang dialokasikan untuk Grup IV.

Diantara negara lain yang mengikuti pemilihan dari Grup IV ini adalah RRC, Jepang, India, Filipina, Bangladesh dan Kepulauan Cooks. Hasil dari pemilihan ini langsung diumumkan Rabu (8/11) sore waktu Paris atau tengah malam di Indonesia dalam rapat pleno.

Dari tujuh negara calon pada Grup Asia Pasifik ini, Indonesia berada dalam urutan ketiga dengan urutan perolehan suara sebagai berikut: Jepang (166), India (162), Indonesia (160), Filipina (157), RRT (155) dan Bangladesh 144 suara. Kepulauan Cooks hanya mengantongi 91 suara sehingga tidak berhasil terpilih.

Terpilihnya Indonesia di Badan Eksekutif UNESCO sangat strategis bagi kepentingan nasional mengingat negara-negara anggota badan ini mempunyai kesempatan untuk lebih menyuarakan kepentingannya dan ikut menentukan putusan-putusan UNESCO dalam bidang yang ditangani, yaitu pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, serta komunikasi dan informasi.

Badan eksekutif yang terdiri dari 58 negara biasanya bertemu dua kali setahun untuk merumuskan program dan anggaran UNESCO yang kemudian hasilnya diserahkan ke sidang umum yang beranggotakan 195 negara untuk disetujui bersama.

Sebelumnya Indonesia telah menjadi anggota badan eksekutif di tahun 2011-2015 dan untuk memberikan kesempatan negara Asia Pasifik lain menjadi anggota badan eksekutif tidak ikut dalam pemilihan. ungkap Fauzi Soelaiman

Namun pada tahun 2017 ini, Indonesia kembali maju menjadi anggota badan eksekutif.  Ini merupakan keanggotaan Indonesia yang kedelapan setelah Indonesia bergabung di UNESCO sejak tahun 1950. Perolehan 160 suara pada pemilihan kali ini atau masuk dalam tiga besar dalam Grup Asia Pasifik menunjukan Indonesia sangat penting untuk berkiprah di Badan Eksekutif UNESCO.

Untuk menjadi anggota badan eksekutif, Indonesia sudah mengajukan minatnya sejak awal 2016. Indonesia juga mengadakan acara-acara seperti memamerkan hasil proyek Indonesian Funds in Trust (IFIT) dan pembagian buku anak-anak mengenai komodo dalam tiga bahasa kepada seluruh delegasi dan staf sekretariat UNESCO.

Selain itu, penyerahan empat karya seni Indonesia dan Pembukaan Klub Pencak Silat di UNESCO yang semuanya dilakukan di bulan Oktober.  Indonesia juga mengadakan pendekatan secara pribadi dengan mendatangi maupun menyurati seluruh delegasi tetap UNESCO. Selain mengadakan makan siang bersama dengan beberapa negara di Unesco.

Bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pendekatan kantor perwakilan Indonesia di berbagai negara dilakukan secara intensif yang akhirnya membuahkan hasil.

Selain  berhasil masuk ke Badan Eksekutif UNESCO, Indonesia  juga menempati urutan ketiga dalam pemilihan di Grup Asia Pasifik ini.

Sumber : Republika

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan