KPU Sebut Distribusi APD Pilkada Sudah 83 Persen

Jakarta, KabarBerita.id — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengklaim proses produksi dan penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) ke para petugas di seluruh daerah jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 rata-rata sudah mencapai 83 persen.
Data itu menurut Arief merupakan laporan yang ia terima per Senin (7/12) sore. Kata dia bahkan, beberapa daerah telah mencapai 100 persen.

“Laporan per hari ini sampai dengan pukul 17.00 WIB, proses produksi dan distribusi APD rata-rata sudah di atas 83 persen, dan sebagian besar daerah sudah 100 persen,” kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR bersama Kementerian Dalam Negeri, KPU, dan Bawaslu, di Kompleks Parlemen, Jakarta seperti dikutip Antara.

Pernyataan Arief merespons laporan investigasi Ombusdman RI yang menemukan 22 KPU kabupaten/kota belum menyalurkan APD tepat waktu ke masing-masing kecamatan. Jumlah ini merupakan 72 persen dari total 31 KPU kabupaten/kota yang menjadi subjek investigasi lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

Menurut Arief, investigasi Ombudsman dilakukan saat tahap distribusi APD belum berjalan. Sementara kini kata dia, distribusi telah sampai ke kecamatan. Bahkan menurut Arief, APD di sebagian daerah sudah sampai di tingkat kelurahan.

“Proses distribusi APD terus berlanjut, beberapa daerah sudah sampai di kecamatan lalu diteruskan ke desa/kelurahan, sehingga prosesnya terus bergerak,” ujarnya.

Arief mengatakan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, APD pencegahan Covid-19 paling lambat sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) satu hari sebelum pemungutan suara.

Karena itu menurut dia, dengan jadwal pelaksanaan pemungutan suara Pilkada pada 9 Desember maka tenggat paling lambat adalah tanggal 8 Desember malam. Mengingat, tambah dia, distribusi juga menyangkut faktor keamanan.

“Jadi kalau dari jauh hari dikirim ke kecamatan maka konsentrasi pengamanan juga harus di tiap kecamatan. Kalau jauh-jauh hari sudah dikirim ke desa/kelurahan maka Kepolisian harus mengamankan sebanyak jumlah desa/kelurahan,” terang Arief.

Tahun ini, Pilkada bakal menyerentakkan 270 pemilihan. Dengan demikian bakal ada 100.359.152 pemilih di 309 kabupaten/kota yang terlibat helatan politik di tengah wabah corona. Para ahli jauh-jauh hari telah mewanti potensi penularan Covid-19 dan lonjakan kasus akibat gelaran ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here