KPK Berkomitmen Maksimalkan Pasal Pencucian Uang Korporasi

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen akan memaksimalkan pemulihan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi.

Salah satunya dengan mengusut dugaan korupsi yang dilakukan korporasi, termasuk menerapkan pasal tindak pidana korupsi, hingga pasal Tindak Pidana pencucian uang (TPPU) pada terhadap korporasi yang disangka melakukan korupsi.

“KPK berkomitmen untuk memaksimalkan penanganan tindak pidana korupsi ataupun pencucian uang dengan pelaku koprporasi, hal ini tentu dimaksudkan untuk memaksimalkan asset recovery atau pengembalian uang hasil korupsi kepada negara,” ujar Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam diskusi daring ‘Pencucian Uang, Pidana Korporasi dan Penanganan Korupsi Lintas Negara’, Kamis (6/8/2020).

Penerapan pasan pencucian uang ini dikuatkan setelah terbitnya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.

Sejauh ini, KPK telah menjerat enam Korporasi dalam kasus korupsi. Dari enam korporasi itu, dua di antaranya telah berkekuatan hukum tetap.

“Dua diantaranya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap, seperti PT DGI (Dita Graha Indah) atau PT NKE (Nusa Konstruksi Enjiniiring) dalam kasus tindak pidana korupsi dan PT Trada dalam perkara TPPU,” ucap Nawawi.

Dalam kesempatan ini, Nawawi memastikan lembaga antikorupsi bakal terus membangun kerja sama dengan aparat penegak hukum di dunia internasional.

Terhitung sejak 2011, KPK telah menangani kasus korupsi lintas negara seperti suap proyek pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) PT Pertamina atau lebih dikenal dengan kasus Innospec.

“Dalam perkara ini, KPK telah melakukan kerja sama penyidikan dengan SFO (Serious Fraud Office) Inggris. Kerja sama penyidikan ini turut melibatkan yuridiksi negara lain seperti Singapura, British Virgin Island, dan Amerika Serikat,” kata Nawai.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *