Kenapa Minuman Manis Bikin Ketagihan dan Bahaya untuk Tubuh?

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Minuman dan makanan manis menjadi idola banyak orang. Apalagi saat ini banyak minuman manis kemasan yang tersedia di pasaran dengan harga bersaing.

Akan tetapi bukan rahasia lagi terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis dapat berbahaya untuk tubuh mulai dari memicu obesitas sehingga diabetes tipe dua.

lantas mengapa gula begitu adiktif bagi sebagian besar orang? Faktanya ada alasan di balik gula yang buat ketagihan.

Dokter spesialis penyakit dalam, Zubairi Djoerban mengatakan, ketagihan gula dapat terjadi karena kebiasaan. Misalnya permen yang diberikan untuk mengatasi anak kecil marah atau ngambek.

Kecanduan makanan manis juga terjadi akibat kebiasaan lain misalnya mengikuti dorongan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman manis ketika sedang stress.

Ia mengatakan makan gula melepaskan dopamin dalam tubuh sehingga dapat merasakan kesenangan dan ingin mengulanginya lagi.

Pada dasarnya, es krim, cokelat, kue, atau minuman manis tidak berbahaya Asalkan semua makanan dan minuman tersebut tidak dikonsumsi berlebihan.

Mencermati kandungan yang ada di dalam makanan dan minuman manis terutama kemasan juga perlu dilakukan. Terutama kandungan gula tambahan pada minuman dan makanan manis kemasan.

Tak bisa dimungkiri konsumen memang kesulitan mencermati kandungan gula di makanan atau minuman. Tetapi, Food and Drug Administration (FDA) saat ini telah mengembangkan label makanan baru yang mencantumkan gula tambahan secara terpisah.

Label gula tambahan itu harus dipasang produsen sehingga memudahkan konsumen untuk melakukan pengecekan. Konsumen juga bisa cek komposisi gula tambahan yang biasanya memakai nama berbeda.

Jadi, berapa gula yang dibutuhkan tubuh setiap hari?

Menurut Zubairi tubuh tidak membutuhkan gula dalam jumlah banyak. Per hari hanya sekitar 10 persen kebutuhan energi dari gula. Jumlah ini setara dengan 4 sdm atau 50 gram per hari.
Namun untuk pasien diabetes memerlukan jumlah yang berbeda, yakni di bawah 4 sdt.

Saat kadar gula darah tinggi, tubuh akan mengubahnya menjadi lemak. Jika kelebihan akan menyebabkan obesitas.

Namun bukan berarti gula berbahaya untuk tubuh, gula juga tetap bermanfaat. Salah satu fungsinya yaitu untuk metabolisme tubuh yang menyediakan energi untuk menggerakkan aktivitas.

Zubairi menyebut sebuah riset pernah dilakukan untuk mengurangi kecanduan gula. Hal ini dilakukan dengan cara menghentikan konsumsi gula selama dua minggu. Cara ini ternyata bisa mengontrol keinginan mengonsumsi gula.
Sementara cara lainnya bisa dilakukan dengan berpuasa.

Lalu melakukan olahraga yang melepaskan endorfin sehingga Anda ‘merasa baik’ dan itu dapat membantu mengurangi keinginan Anda konsumsi gula.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *