Kebijakan BBM Satu Harga Ternyata Terkendala di Daerah

  • Bagikan

Medan, KabarBerita.id — Pengembangan program “BBM Satu Harga” di daerah pedalaman atau daerah terluar terkendala perizinan dari pemerintah daerah untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region I Erry Widiastono mengatakan, dalam proses yang dijalankan selama ini, perizinan dari pemda menjadi kendala utama Pertamina.

Salah satu kendala tersebut dialami Pertamina ketika ingin membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.

Pihaknya tidak mengetahui secara pasti belum keluarnya izin mendirikan SPBU untuk mewujudkan BBM Satu Harga di Mentawai. “Bisa ditanyakan ke pemdanya kenapa sampai sekarang kok (izinnya) belum dikeluarkan,” katanya.

Saat ini, pihaknya terus mendorong pemda yang berwenang di daerah terluar tersebut untuk membantu Pertamina dalam menerbitkan izin pembangunan SPBU.

Masalah kedua, kata Erry, Pertamina agak sulit mencari investor yang mau mendirikan SPBU di daerah terluar itu. “Ternyata tidak semudah yang dibayangkan mencari investor yang mau membangun di sana,” katanya.

Di wilayah Pertamina Marketing Operation Region I, pihaknya sedang membangun SPBU untuk menjalankan program BBM Satu Harga di Kepulauan Nias, Sumatera Utara dan Kepulauan Mentawai, SUmatera Barat.

Untuk pengembangan potensi daerah, Pertamina akan lebih mengutamakan investor lokal untuk membanguan SPBU untuk merealisasikan BBM Satu Harga di daerahnya.

“Kalau ada investor lokal, kita lebih senang. Di sana kan banyak pengecer. Kalau ada kemampuan, ayo kita dukung menjadi pengusaha,” ujar Erry.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *