Kasus Novel, Busryo: Hakim Bisa Putus Lebih Berat dari Tuntutan

Jakarta, KabarBerita.id — Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara sangat mungkin memberikan vonis yang lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap dua penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Busyro mengatakan, sejak awal dirinya menilai banyak kejanggalan dalam pengusutan kasus penyerangan Novel Baswedan.

“Bisa (putusan lebih berat) dan sesuai hukum. Namun, jika majelis hakim menemukan bukti yang tidak relevan dan bertentangan dengan telaah hukum pembuktian, maka majelis hakim juga bisa memutuskan bebas dari dakwaan/ tuntutan jaksa,” ujar Busyro, Selasa (16/6).

Seperti diketahui dalam persidangan, JPU menuntut hukuman satu tahun penjara untuk Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, pelaku penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. Jaksa menilai keduanya terbukti melakukan penganiayaan terencana yang mengakibatkan luka-luka berat

Busyro menjelaskan, Majelis Hakim harus melalui tahap ainil yakin, ilmu yakin dan haqqul yakin, dalam memberikan putusan.

Selain mendapat perhatian besar dari masyarakat, putusan hakim juga dipertanggungjawabkan kepada tuhan. Busyro juga mengakui, dirinya merasakan banyak kejanggalan sejak awal penyelidikan kasus Novel bergulir.

“Saya mengamati kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan ini, prosesnya sejak awal sudah banyak kejanggalan. Unsur-unsur masyarakat sipil sudah mendesak membentuk tim independen gabungan Polri, Komnas HAM, KPK dan masyarakat sipil, namun sampai kasus ini disidangkan, tidak ada jawaban. Ini simbol negara tidak peka dan sekilas ingkar tanggung jawab,” tegasnya.

Hal senada disampaikan peneliti Indonesia Corruption Watch, Kurnia Ramadhana. Menurutnya, harapan terakhir kini ada pada Majels Hakim. ICW berharap Majelis Hakim bisa memberikan hukuman dengan seadil-adilnya tanpa mempertimbangkan tuntutan yang amat ringan dan tak seimbang dari Jaksa Penuntut dengan apa yang sudah dialami Novel Baswedan.

“Karena pada dasarnya putusan Hakim terikat pada dakwaan, bukan pada tuntutan. Istilahnya ultra petita,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here