Jerit Suara Suku Amazon Tak Jadi Target Vaksin Corona

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Para pemimpin adat suku hutan hujan Amazon mendesak kepada pemerintah untuk memastikan pemberian vaksin kepada masyarakat pedalaman karena gelombang baru Covid-19 yang menghancurkan sistem kesehatan kawasan tersebut.
Jose Gregorio Diaz yang mengepalai Badan Koordinasi Masyarakat Adat Lembah Amazon (COICA) mengatakan, pada Selasa (26/1), masyarakatnya menghadapi “darurat kesehatan” dan sangat membutuhkan vaksin.

“Kami prihatin bahwa masyarakat adat yang membentuk seluruh lembah Amazon tidak termasuk dalam rencana vaksinasi,” kata Diaz kepada Thomson Reuters Foundation, dikutip Reuters.

Tercatat pada data COICA, ada lebih dari 1,7 juta kasus Covid-19 terjadi di tengah masyarakat suku pedalaman Amazon dengan angka kematian mencapai 42 ribu kasus sejak pandemi menyerang.

Sementara Brazil menyertakan masyarakat adat dalam skema vaksinasi yang akan dimulai pada bulan ini, Diaz menyebut sejumlah negara lainnya tidak memiliki rencana imunisasi yang secara spesifik menyertakan dan memenuhi kebutuhan dari masyarakat adat.

Di Colombia, yang diketahui menjadi rumah bagi dua juta masyarakat suku Amazon, pemerintah negara tersebut mengatakan akan memprioritaskan vaksinasi kepada tenaga kesehatan dan penduduk berusia lebih dari 80 tahun yang dimulai pada bulan depan.

Para kepala suku mengatakan dalam pertemuan virtual COICA bahwa mereka harus mengurus diri mereka sendiri. Bukan hanya itu, tes Covid-19, alat pelindung diri, dan perawatan kesehatan juga disebut tidak menjangkau mereka yang hidup di pedalaman hutan.

“Kami ingin rencana vaksinasi untuk masyarakat adat didasarkan pada konsultasi yang diinformasikan sebelumnya,” kata Diaz.

Diaz juga menyebut para pemimpin suku pedalaman telah menghubungi sejumlah pejabat pemerintah untuk bekerja sama dalam mengadakan vaksinasi. Ia juga menyebut, program vaksinasi ini juga mesti dilakukan dengan menggunakan bahasa asli.

Menurut lembaga Pan American Health Organization (PAHO), masyarakat adat pedalaman Amazon menghadapi risiko tinggi infeksi dan kematian akibat Covid-19 karena kekurangan gizi, air minum, dan layanan kesehatan dasar.

Sementara itu, masyarakat suku di Amazon Brazil disebut amat terpukul dengan angka kematian akibat Covid-19 di tengah lingkungan mereka telah mencapai sekitar 750 kasus.

Hal itu diungkap oleh Francianara Soares yang merupakan kepala dari COIAB, organisasi payung terbesar yang mewakili suku-suku asli Amazon di Brazil.

Varian baru virus corona di Brazil telah membuat lonjakan kasus infeksi di Manaus, kota hujan hujan terpencil yang dihuni sekitar 30 ribu penduduk asli dengan rumah sakit kebanjiran pasien dan pasokan oksigen menipis.

“Kami sedang menjalani perang melawan Covid-19. Ini adalah perah melawan musuh yang tak terlihat, perang melawan waktu.. Kami tak ingin melihat lebih banyak orang meninggal,” kata Soares.

“Kami berharap mendapat cukup oksigen. Kami berharap mendapat vaksin untuk 100 persen penduduk asli,” lanjutnya.

Pekan lalu, Pemerintah Brazil mulai memberikan suntikan vaksin Covid-19 pertama kepada seorang perawat pribumi. Dalam pernyataan, pemerintah setempat memproritaskan vaksinasi pada petugas kesehatan dan penduduk asli yang dilindungi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan