Ini Hasil Analisis BMKG Terkait Gempa Banjarnegara yang Rusak Sejumlah Bangunan

BANJARNEGARA, Kabarberita.id – Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi di Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening Banjarnegara menyebutkan memiliki kekuatan Magnitudo 4,4 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 7,21 LS dan 109,65 BT, tepatnya di darat pada jarak 52 km arah utara Kota Kebumen dengan kedalaman 4 km.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya Rabu (18/4/2018) mengatakan bahwa dampak gempa yang digambarkan oleh modelling peta tingkat guncangan (shake map) dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa gempabumi ini menimbulkan guncangan pada skala intensitas II-III MMI (Modified Mercally Intensity) di Banjarnegara.

“Gempabumi ini dilaporkan dirasakan oleh banyak orang, bahkan beberapa warga sempat berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun  demikian, hingga saat ini belum ada laporan terkait adanya kerusakan, dan tim BMKG saat ini sedang mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dampak gempa dangkal ini,”jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa jika ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang sangat dangkal tampaknya gempabumi ini terjadi akibat dipicu aktivitas sesar/patahan lokal.

“Hingga laporan ini dibuat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempabumi susulan (aftershocks). Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang,”katanya lagi.

Sementara itu, salah satu warga Banjarnegara, Rifai (30) menuturkan bahwa gempa dirasakan sekitar tiga hingga lima detik.

“Guncangan gempa terasa sekitar tiga hingga lima detik, meskipun tidak begitu kuat, tapi cukup terasa,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here