Indonesia Terancam Sanksi Gara-gara Doping, Berikut Respons NOC

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Terkait ancaman sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA) yang dapat merugikan Indonesia di ajang internasional, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyesalkan hal tersebut.

WADA dalam situs resminya menyatakan Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) dan 4 organisasi antidoping (ADO) lainnya tidak mematuhi kode antidoping dunia yang berpotensi membuat Indonesia kehilangan sejumlah hak di olahraga internasional hingga status LADI dipulihkan kembali.

Sanksi yang bisa dijatuhkan untuk Indonesia antara lain dilarang menjadi tuan rumah regional, kontinental, kejuaraan dunia atau ajang utama lain, hingga terancam tidak bisa tampil dengan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di multievent Internasional.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta pada Jumat (8/10) menyesalkan kejadian ini. Meskipun bukan ranah kerja NOC, namun ia mengaku prihatin lantaran kejadian ini akan berdampak pada Indonesia di ajang Internasional. Untuk itu NOC akan segera membicarakan dan berkoordinasi terkait masalah ini dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Okto menyatakan NOC Indonesia menghargai LADI untuk membereskan semua masalah dan berharap masalah ini bisa cepat tuntas serta dapat menjadi pembelajaran semua pihak.

Ia berharap semuanya mengikuti aturan Internasional jika bertujuan berprestasi di level dunia karena olahraga punya otoritas tertinggi yakni Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang didalamnya memiliki bidang khusus salah satunya WADA.

Ia menambahkan sanksi fatal bisa diterima Indonesia jika ada aturan yang dilanggar sehingga sepatutnya untuk menghormati aturan tersebut.

Menurutnya, sekarang yang terpenting adalah menemukan solusi supaya Indonesia tidak terkena sanksi karena dalam waktu dekat beberapa federasi olahraga nasional akan mengadakan kejuaraan level internasional di Indonesia hingga akhir 2021.

Agenda dekat itu antara lain pada tahun ini dari PP PBSI ada Indonesia Masters (16-21 November) kemudian Indonesia Open (23-28 November) dan BWF World Tour Finals 2021 (1-5 Desember).

Pada tahun 2021 terdapat agenda multievent Internasional juga yaitu Asian Indoor & Martial Art Games (10-20 Maret), SEA Games (Mei), Islamic Solidarity Games (9-18 Agustus), Asian Games (10-25 September), Asian Youth Games (20-28 Desember) serta Piala Asia Basket FIBA 2021 juga akan digelar Juli 2022.

Okto menginginkan semua berfikir agar agenda tersebut bisa lancar terlaksana karena atlet Indonesia sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari.

Komite Olimpiade Indonesia dijelaskannya akan membantu semaksimalnya. Namun harus disegerakan supaya Indonesia tidak bernasib sama seperti Rusia di Olimpiade 2020 Tokyo tanpa menggunakan bendera Rusia.

Sebab, Merah Putih merupakan kebanggaan Indonesia dan tentunya kebanggaan tersendiri bisa bisa mengumandangkan Indonesia Raya di negeri orang,” kata Okto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan