Indonesia Desak China Perluas Akses Ekspor

Peningkatan impor dapat menjadi parameter positif jika aliran barang yang masuk berupa barang modal dan bahan baku industri dalam negeri yang berorientasi ekspor, bukan impor barang konsumsi.

Jakarta, KabarBerita.id – Indonesia mendesak China untuk memperluas akses pasar ekspor produk-produk unggulan seperti minyak sawit, sarang burung walet, buah tropis, dan produk laut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan hal tersebut pada saat pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam perbincangan selama 1,5 jam, akhir pekan ini.

“Ini dalam rangka kerja sama mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca Covid-19 melalui perdagangan bilateral,” jelas Menteri Retno.

Menteri Retno mengatakan ekspor Indonesia ke China dalam periode Januari-Mei 2020 meningkat menjadi 11,2 miliar dolar AS dari periode tahun sebelumnya sebesar 10,4 miliar dolar AS.

“Di tengah pandemi ini kalau kita lihat data BPS Mei-Juni, alhamdulillah kita justru berhasil meningkatkan kinerja ekspor tidak saja ke China, tapi juga ke AS, India, Jepang, dan Singapura,” kata dia.

Menteri Retno menambahkan selain ada kenaikan ekspor, defisit perdagangan Indonesia dengan China juga sudah mulai mengecil, dari sebelumnya defisit 9,19 miliar dolar pada periode Januari-Juni 2019 menjadi defisit 5,31 miliar dolar pada periode yang sama tahun ini.

“Indonesia dan China juga membahas upaya menjaga investasi yang berkualitas dan saling menguntungkan,” ujar Menteri Retno.

“China merupakan investor asing terbesar kedua setelah Singapura untuk Indonesia,” imbuh dia.

Menteri Retno mengatakan investasi China ke Indonesia pada 2019 lalu mencapai 4,7 miliar dolar AS, meningkat 94 persen dari tahun sebelumnya.

Selain itu, kedua negara juga membahas rencana pembentukan travel corridor arrangement untuk bisnis esensial yang diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here