Indeks Demokrasi Indonesia 2020, Daerah Menjaga Marwah Demokrasi

Jakarta, KabarBerita.id — Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan hasil survei Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2020. IDI adalah alat ukur kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan dan penerapan demokrasi di provinsi.

IDI dapat menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di setiap provinsi di Indonesia. Bagi pembangunan politik pada tingkat provinsi.

Data IDI mampu menunjukkan aspek atau variabel atau indikator yang tidak atau berkembang di suatu provinsi sehingga dapat diketahui hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan perkembangan demokrasi di provinsi bersangkutan.

Indeks ini menilai tiga aspek dalam demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik, dan institusi demokrasi.

IDI dikeluarkan setiap tahun. Pada IDI 2020, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IDI tertinggi di Indonesia.

Pemprov DKI Jakarta berhasil mempertahankan posisi peringkat satu selama empat tahun berturut-turut sejak 2017. IDI di DKI juga terus bertumbuh, yakni 84,73 pada 2017; 85,08 pada 2018; dan 88,29 pada 2019 dan 89,21) pada 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, warga Jakarta semakin matang dalam berdemokrasi.

“Angka pencapaian ini menunjukkan bahwa warga Jakarta semakin matang dalam berdemokrasi. Pertumbuhan demokrasi ini hanya bisa terwujud berkat kolaborasi seluruh stakeholder dan komponen masyarakat yang telah menjaga DKI Jakarta tetap kondusif dan demokratis,” kata Anies.

Sekalipun capaian indeks demokrasi DKI Jakarta pada tahun ini semakin tinggi, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

“Mari pertahankan hal-hal yang sudah baik, dan bersama-sama perkuat yang masih kurang, untuk Jakarta yang lebih aman dan demokratis. Kita ingin Ibu Kota terus menjadi rujukan di dalam menjaga suasana demokratis di Indonesia,” ujar Anies.

Anies pun mengatakan dirinya berniat untuk terus menjaga prestasi itu.

“Kita di Jakarta ingin terus menjaga agar iklim kebebasan berekspresi bisa hidup, karena ini adalah sebuah demokrasi dan reformasi yang dilakukan oleh para pejuang-pejuang muda tahun 98, untuk semangatnya harus kita jaga,” pungkasnya.

Berada di urutan kedua adalah provinsi Gorontalo dengan skor 83,21.

Juru Bicara Gubernur Gorontalo Noval Abdussamad meyakini pencapaian ini tidak lepas dari komitmen berbagai pihak terhadap penerapan nilai-nilai demokrasi di Gorontalo.

“Banyak elit politik yang merasa merakyat namun gagal menanamkan nilai-nilai demokratis di lingkungan dan kelompoknya. Saya bersyukur karena Pak Rusli Habibie benar-benar melebihi ekspektasi dalam menjalankan pemerintahan,” ungkap Noval.

Noval menyebut Pemprov Gorontalo mengedepankan sikap mendengar aspirasi masyarakat dan selalu menjadi contoh sebelum pelaksanaan sebuah kebijakan.

“Ini kemajuan sangat berarti bagi pertumbuhan demokrasi di Gorontalo, patut menjadi contoh dan teladan untuk pemimpin lainnya, Pak Rusli berhasil sebagai pemimpin,” ujarnya.

Capaian DKI Jakarta dan Gorontalo bahkan lebih tinggi dari capaian IDI Pemerintah Pusat. Nilai IDI Indonesia berada di peringkat 22 dengan 73,66 poin.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan Anies Baswedan sangat mahfum dengan cara mengejawantahkan demokrasi di ibukota yang notabene adalah masyarakat urban yang majemuk.

“Anies paham betul cara berdemokrasi. Anies pernah belajar dan hidup di AS,” kata Ujang Komarudin.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menilai bahwa Anies Baswedan memang layak disebut sebagai penjaga demokrasi atas prestasi kepemimpinannya yang menghantarkan DKI Jakarta secara empat kali berturut-turut menjadi kota paling demokratis.

“Anies merupakan sosok penjaga demokrasi. Seorang demokrat yang paham betul bagaimana harus menjaga demokrasi di DKI Jakarta,” demikian Ujang Komarudin.

Data Infografis

5 Besar IDI 2020 Tertinggi

1.DKI JAKARTA 89,21
2.GORONTALO 83,21
3.KALIMANTAN TIMUR 81,99
4.DI YOGYAKARTA 81,59
5.KALIMANTAN BARAT 81,09
———
22.INDONESIA 73,66

Tinggalkan Balasan