Hati-Hati Tulang Bengkok, Kebiasaan Ini Bisa Picu Skoloasis

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Tidur menyamping dan meringkuk sambil memeluk bantal dan guling merupakan posisi paling nyaman dan dapat membuat Anda lebih nyenyak.
Hampir setiap malam anda akan tertidur dengan posisi ini.
Namun ternyata terlalu sering tidur dengan posisi ini malah berbahaya karena dapat menyebabkan Skoliosis. Apa itu Skoliosis?

Melansir NHS, skoliosis adalah kelainan yang terjadi pada tulang belakang dengan bentuk bengkok atau melengkung ke samping. Skoliosis bisa dialami siapa saja, dari mulai remaja, dewasa, bahkan bayi pun bisa mengalami kondisi ini.

Skoliosis juga kelainan yang dapat terjadi karena kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Ada beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan Skoliosis dan tanpa sadar sering Anda lakukan.

Berikut ini merupakan kebiasaan yang dapat menyebabkan Skoliosis dilansir dari berbagai sumber.

1. Menyilangkan kaki saat duduk
Cara duduk ini mungkin dianggap sopan ketika menyilangkan satu kaki sementara kaki yang lain menopang.

Cara duduk yang sering dilakukan wanita ini justru berbahaya karena apabila dilakukan terlalu sering dan lama dapat membuat tulang punggung berputar dari posisi yang sebenarnya.

2. Menduduki dompet
Menyimpan dompet di saku belakang celana merupakan hal yang sering dilakukan pria. Namun ternyata kebiasaan ini justru berbahaya karena dapat menyebabkan posisi tulang punggung bergeser dan menekan ke posisi yang lain.

3. Pakai ransel serba penuh dan berat
kebiasaan yang sering dilakukan anak sekolah ini ternyata juga berbahaya. Karena punggung yang menahan banyak beban dapat menyebabkan Skoliosis dan tulang dapat melengkung ke samping.

4. Terlalu lama menelungkup
Kebiasaan menelungkup badan sambil beraktivitas di depan laptop memang terasa menyenangkan apalagi sedang kerja di rumah.

Namun posisi ini ternyata berbahaya apalagi jika dilakukan terlalu sering karena dapat membuat tulang belakang dan leher tidak berada pada posisi yang seharusnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan