Halal Watch Ragukan Label Halal BPJPH

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Direktur Indonesia Halal Watch Ikhsan Abdullah kembali mengkritisi penetapan PT. Sucofindo sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tanpa kerjasama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Atas dasar itu, Halal Watch meragukan produk yang disertifikat halal BPJPH.

Ikhsan menjelaskan MUI tidak pernah bekerjasama dengan bpjph dalam penetapan PT. Sucofindo sebagaimana Surat MUI Nomor : U-1477/DP-MUI/VIII/2020. Pada pokoknya menyatakan MUI belum pernah diajak kerjasama BPJPH dalam penetapan PT. Sucofindo sebagai LPH. Implikasi dari pelanggaran UU JPH oleh BPJPH maka penetapan PT. Sucofindo sebagai LPH menjadi batal, tidak sah serta tidak memiliki kekuatan hukum.

“Konsekuensi hukumnya tidak berwenang melakukan pemeriksaan atas produk pelaku usaha yang dimintakan kehalalannya. Tidak ada kepastian hukum bagi dunia usaha yang akan melakukan pemeriksaan produknya untuk memperoleh sertifikat halal (mubazir),” kata Ikhsan pada Sabtu (8/8).

Ikhsan menuding tata kelola BPJPH bertentangan dengan prinsip-prinsip Maqashid Syariah sertifikasi halal yaitu prinsip perlindungan, keadilan, akuntabilitas dan transparansi.

Apabila tata kelola sertifikasi halal melanggar Maqashid Syariah dan prinsip Good Corporate Governance, ia mempertanyakan produk sertifikat halal BPJPH dapat dipercaya oleh publik kehalalannya.

“Jangan sampai menimbulkan public distrust atau ketidakpercayaaan publik kepada satu produk yang sertifikasinya diterbitkan BPJPH, karena ini akan mengganggu kepercayaan masyarakat atas produk tersebut dan selanjutnya akan menurunkan omset dari produk yang mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH,” ujar Ikhsan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *