Gerakan #2019GantiPresiden Cari Presiden yang Bukan Lips Service

Jakarta, KabarBerita.id — Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera menyatakan gerakan itu mencari calon presiden yang paling mampu memperjuangkan Pancasila dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

“Kriterianya adalah yang paling mampu memperjuangkan Pancasila di negeri ini, karena kami melihat penerapan Pancasila baru sebatas ‘lips service’,” katanya di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Minggu.

Ada sekitar 300 orang massa pendukung #2019GantiPresiden berkumpul di lokasi tersebut dengan membawa atribut kaos, topi, pin, selempang bendera dan barang lainnya yang bertuliskan #2019GantiPresiden.

Barang-barang itu dijual puluhan penjual yang menggelar dagangannya di trotoar dan jalan sekitar lokasi.

Ia mengatakan bahwa gerakan itu tidak bicara tentang hanya nama seorang calon presiden, dan itu diserahkan semua kepada proses politik.

“Kalau Pak Jokowi dan timnya bisa bekerja keras, kalau nanti Pak Jokowi berubah, kami mungkin akan mempertimbangkan. Tapi sampai sekarang kami yakin 2019 ganti presiden,” tambah Mardani Ali Sera, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS).

Gerakan #2019GantiPresiden, menurut Mardani, baru akan menentukan sikap sesudah 4-10 Agustus 2018, yaitu setelah adanya nama-nama resmi para calon presiden dan wakil Presiden.

“Fokus gerakan ini sebagai ‘pressure group’, jadi pendidikan politik agar negara ini tahu bahwa teriak, bicara mengenai ganti presiden legal, sah, konstitusional selama dilakukan dalam konteks pilpres 17 April 2019,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here