Empat Tim Resmob Diterjunkan Buru WN Rusia Buron Interpol

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Polda Bali dan Polresta Denpasar menerjunkan masing-masing dua tim Reserse Mobil (Resmob) untuk membantu pencarian warga negara Rusia yang merupakan buron Interpol, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, yang kabur dari kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengagakan bahwa jajaran kepolisian di daerah telah secara khusus menerjunkan personel untuk mencari buronan itu.

“Untuk personil yang dilibatkan dari Resmob Polda Bali 2 team dan Resmob Polresta Denpasar 2 team berjumlah 40 [orang],” kata Rusdi kepada wartawan, Senin (15/2).

Sementara, Rusdi menerangkan bahwa hingga saat ini belum ada penerjunan personel dari tingkat Mabes Polri untuk membantu pencarian.

Kata dia, Mabes Polri masih memantau pergerakan dari proses pencarian buronan Interpol yang kabur di Indonesia tersebut.

“Mabes Polri tetap melakukan pemantauan,” ujar dia.

Diketahui, Warga Negara Rusia yang masuk dalam Red Notice Interpol ini melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada Kamis (11/2) pukul 13.20 WITA.

Kovalenka melarikan dalam proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

Ia melarikan diri usai dijenguk rekan wanitanya Ekaterina Trubkina yang juga warga Rusia. Pria pemilik paspor bernomor 7536xx ini sebelumnya telah menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas IIA Kerobokan akibat kasus narkoba.

“Dia ditangkap polisi pada Oktober 2019 karena menjadi pengedar narkoba hashish untuk para turis. Barang bukti 521,19 gram hashish,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Parlindungan, Sabtu (13/2) malam.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai saat ini telah mengerahkan seluruh pegawai untuk mencari keberadaan yang bersangkutan bersama-sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja dan tim dari Kanwil Kemenkumham Bali.

Pihak Imigrasi juga telah mengusulkan penetapan nama yang bersangkutan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ke Polda Bali.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan