DPR Kesal Petugas Catat Meter PLN Libur Saat PSBB

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Fraksi PDIP, Paramita Widya Kusuma menilai tidak adanya petugas catat meter yang ditugaskan oleh PT PLN (Persero) selama PSBB/pembatasan sosial berskala besar menurutnya tidak tepat.

Pasalnya dengan tidak adanya petugas catat meter penghitungan penggunaan listrik pelanggan menjadi tidak akurat dan berakibat pada membengkaknya tagihan listrik pelanggan.

“Penjelasan mereka tidak masuk akal. Misal karena alasan demi melindungi petugas dengan pelanggan. Mereka tidak mengirimkan petugas catat meter,” kata Paramita saat Rapat Dengar Pendapat/RDP dengan Direktur Utama PT PLN terkait lonjakan tagihan pelanggan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Menurut Paramita, meski ada PSBB sebaiknya petugas catat meter tetap ditugaskan. Hal itu mengingat pekerjaan tersebut adalah tugas penting demi menjaga pelayanan kepada pelanggan. “Yang dihadapi petugas catat meter ini kan mesin, bukan orang atau pelanggan secara langsung. Jadi jangan cuma  menaikan tarif dan efisiensi saja yang dipikirkan,” ujar dia.

Sementara Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Demokrat, Zulfikar Hamonangan mengatakan hal serupa bahwa petugas catat meter tetap harus memeriksa meski ada PSBB. “Seharusnya petugas pencatat meter tetap harus datang dan harus menggunakan APD/alat pelindung diri. Tapi hal itu tidak dilakukan,” kata Zulfikar.

Menurut Zulfikar ketidakhadiran petugas catat meter dilapangan cukup disayangkan oleh pelanggan. Karena dengan tidak adanya petugas catat meter, pelanggan jadi ragu bahwa tagihan yang dibebankan kepada dirinya tidak akurat. Terlebih penggunaan APD memang dianjurkan oleh pemerintah. “Semestinya APD itu disediakan oleh PLN, jadi larangan petugas catat meter karena tidak adanya APD bukan alasan,” katanya.

Seperti diketahui dalam masa PSBB akibat pandemi Covid-19, PLN meniadakan petugas catat meter kerumah-rumah pelanggan dengan alasan menjaga penyebaran Covid-19. Namun hal itu justru menjadi bumerang karena banyaknya keluhan dari pelanggan terkait membengkaknya tagihan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *