Deputi Penindakan KPK Jelaskan Maksud Menyambut Ketua BPK

Jakarta, KabarBerita.id — Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto menjelaskan maksud dirinya menyambut Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna di lobi Gedung Dwiwarna KPK, Selasa (8/12). Agung diketahui mendatangi markas KPK memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan rasuah terkait proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di lingkungan Kementerian PUPR.
Karyoto mengatakan tindakan tersebut guna memastikan bahwa yang bersangkutan memasuki Kantor KPK melewati pintu depan, bukan belakang. Sebab, Karyoto mengaku sudah lebih dulu mendapat informasi bahwa pihak BPK meminta agar Agung bisa masuk melalui pintu belakang gedung.

“Setelah saya cek kesaksiannya beliau adalah sebagai saksi yang menguntungkan. Bukan saksi fakta, bukan terkait dalam perkara itu. Sehingga, rekan-rekan pratama minta bagaimana kalau bisa minta lewat belakang? Saya jawab: ‘Tidak bisa. Semuanya sama harus lewat depan’,” kata Karyoto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/12).

Karyoto menuturkan Agung datang ke KPK sebagai saksi a de charge atau meringankan, bukan saksi fakta atas kasus dugaan korupsi yang menjerat eks Anggota BPK Rizal Djalil. Saksi meringankan, katanya, bisa menolak ataupun tidak.

“Saksi a de charge ini kan dalam lingkup perbuatannya beliau tidak terlibat sama sekali. Hanya beliau diminta oleh Tersangka [Rizal Djalil] untuk meringankan. Meringankan dalam arti mungkin dari sisi perilaku, atau kandidat biasa selama dia di BPK,” ujar pria yang juga dikenal sebagai perwira tinggi polisi berpangkat inspektur jenderal tersebut.

Ia menegaskan KPK memandang BPK sebagai mitra dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi.

“Dalam kaitan ini beliau sebagai kepala lembaga tinggi negara dan bagi kami, KPK dengan BPK pun partner dalam pemberantasan korupsi,” kata Karyoto.

Sementara itu, Agung menyatakan ia diminta menjadi saksi meringankan untuk tersangka Rizal Djalil yang terseret kasus dugaan korupsi SPAM. Ia mengaku prihatin dan mendukung segala proses hukum yang sedang berjalan di lembaga antirasuah.

“Saya datang ke sini sebagai pimpinan BPK; sebagai saksi meringankan. Dan posisi kami itu prihatin. Karena walaupun beliau sudah tidak lagi menjadi pimpinan BPK, beliau adalah kolega kami dan juga senior kami. Dan saya minta beliau sabar,” ucap Agung kepada wartawan.

Untuk diketahui, pada Selasa pagi, Agung tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.06 WIB dengan menggunakan mobil dinas RI 10. Dalam perjalanannya, ia turut dikawal petugas kepolisian. Kedatangan Agung ditunggu Deputi Penindakan KPK Karyoto di lobi markas pemberantasan korupsi. Karyoto terlihat juga memberi hormat kepada Agung saat menyambutnya.

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang setelah pada Senin (7/12) Agung tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here