Covid-19 Tembus 100 Ribu Kasus, PKS Pertanyakan Anggaran Rp 695 Triliun

Jakarta, KabarBerita.id — Jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 100.303 kasus hingga Senin (17/7). Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani mempertanyakan alokasi anggaran sebesar Rp695 triliun yang dikucurkan pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19.

Ia mengaku heran karena alokasi anggaran yang besar tersebut bukan membuat kasus corona menuru, tapi malah makin melonjak tinggi.

“Bayangkan, dengan alokasi anggaran yang membengkak dari Rp405 triliun menjadi Rp695 triliun, mengapa angka kasus bukannya turun tapi justru terus melonjak?” kata Netty, Selasa (28/7).

Ia menilai, pemerintah gagap dan gagal dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19. Menurutnya, kasus positif yang tercatat telah lebih dari 100 ribu kasus ini merupakan alarm bagi pemerintah sebagai pemegang otoritas pengelolaan negara.

Netty mengaku sejak awal sudah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati menerapkan kebijakan new normal di tengah kurva penyebaran kasus Covid-19 yang belum mengalami penurunan.

“Sejak awal saya sudah mengingatkan pemerintah agar jangan sampai kebijakan New Normal menjadi New Wave karena Indonesia belum siap menerapkannya,” kata Netty.

“Selain alasan kurva Covid-19 yang belum melandai dan sarpras (sarana dan prasana) kesehatan yang belum mendukung, masyarakat juga belum siap hidup lebih sehat, lebih bersih, lebih taat dan lebih disiplin,” imbuhnya.

Istri eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan itu menambahkan, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia berada di atas rasio kematian dunia. Menurutnya, Indonesia juga telah menduduki peringkat ke-24 dunia atau keempat di kawasan Asia dalam jumlah angka kematian akibat Covid-19.

“Saya juga meminta agar pemerintah tidak bermain-main dengan Covid-19,” tutur Netty.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here