Cara Kalibrasi Kiblat Saat Matahari di Atas Ka’bah Hari Ini

Ka'bah Mekah

Jakarta, KabarBerita.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah pada tanggal 15 Juli 2020. Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG mengatakan umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblatnya pada saat momentum tersebut.

“Pada waktu-waktu tersebut, umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblatnya,” kutip BMKG dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

BMKG membeberkan proses kalibrasi arah kiblat bisa dilakukan umat Islam dengan sejumlah cara. Pertama, sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi arah kiblat itu dengan jam atom BMKG yang tersedia di situs BMKG.

Kedua, gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada tanah yang datar untuk kalibrasi arah kiblat ini. Alat ini bisa berupa bandul yang digantung atau tiang pancang atau dinding bangunan yang benar-benar tegak lurus terhadap tanah yang datar.

Ketiga, BMKG menyebut lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit sesudahnya, dengan puncak kalibrasi pada waktu-waktu di atas.

Keempat, perhatikan arah bayangan yang terjadi pada alat yang digunakan untuk kalibrasi arah kiblat. Terakhir, tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat.

“Garis yang ditarik itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Ka’bah,” kata BMKG.

Di sisi lain, BMKG menyampaikan waktu kalibrasi arah kiblat akan terjadi pada saat Matahari sudah terbenam di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah. Oleh karena itu, BMKG berkata bagi umat Islam yang berada di kedua wilayah itu perlu dilakukan kalibrasi arah kiblat di selain kedua waktu tersebut.

“Hal ini dapat dilakukan saat Matahari tepat berada di atas wilayah yang merupakan antipodal Ka’bah, yaitu di 21 derajat 25′ 21″ LS dan 140 derajat 10′ 26″ Bujur Barat,” kata BMKG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here