Cambridge Analytica Resmi Tutup dan Pailit

Cambridge, KabarBerita.id — Cambridge Analytica memutuskan menutup usahanya menyusul skandal penyalahgunaan data puluhan juta pengguna Facebook. Setelah perusahaan ditutup, muncul pertanyaan bagaimana nasib data Cambridge Analytica, termasuk yang berasal dari pengguna Facebook?

Dikutip dari Wired, Senin (7/5/2018), biasanya langkah selanjutnya bagi sebuah perusahaan yang berhenti beroperasi cukup sederhana. Namun, untuk Cambridge Analytica, tampaknya tidak begitu sederhana.

Seorang administrator, Crowe Clark Whitehil LLP, ditunjuk untuk mengelola likuidasi Cambridge Analytica. Bersamaan penutupan Cambridge Analytica, induk usahanya yakni SCL Election, juga dinyatakan mengalami pailit.

Adapun tujuan likuidasi ini adalah mencoba dan menambah nilai apapun dari perusahaan dengan menjual aset, termasuk data yang berguna. Sisanya biasanya akan dihapus.

Heather Anson dari DigitalLawUK, berpendapat bahwa beberapa perusahaan yang memiliki data pribadi sebagai aset juga bisa memindahkan atau menjualnya. Oleh sebab itu, harus ditentukan terlebih dahulu, apakah data tersebut bisa atau harus dialihkan ke entitas lain.

“Informasi yang harus dialihkan, misalnya, mungkin informasi medis pasien fasilitas medis yang tutup ketika dirawat di tempat lain. Selain itu, juga perusahaan-perusahaan pemasaran yang mendapatkan persetujuan untuk mengumpulkan dan menjual kontak, mungkin juga bisa menjualnya sebagai aset jika izinnya didokumentasikan,” ungkap Anson.

Jika pernyataan Anson merujuk pada kasus Cambridge Analytica, dengan klaim dari whistleblower bahwa data tidak dikumpulkan dan digunakan dengan benar, maka data-data pengguna Facebook seharusnya tidak bisa ditransfer ke entitas lain.

Gerakan #DeleteFacebook pun membahana seantero dunia. Indonesia sendiri sebenarnya memiliki beberapa platform media sosial lokal yang terus tumbuh. Salah satunya ViuGraph. CEO ViuGraph Wahyu Widiyantoro mengatakan ViuGraph memberikan platform berbagi cerita dalam klasifikasi topik-topik tertentu, di samping dengan teman yang sudah dikenal.

Selain hal tersebut, ada fitur filtering yang membuat pengguna ViuGraph hanya melihat apa yang diinginkan dengan timeline berdasarkan waktu kronologis konten tersebut di upload.

Wahyu menjelaskan ViuGraph sebagai media sosial lokal siap untuk menjadi alternatif pengganti media sosial Facebook. Wahyu juga menjelaskan ViuGraph sudah membuatkan akun beberapa pesohor yang sempat mengalami permasalahan karena akun intagramnya dibanned seperti Ustadz Abdul Somad.

Berikut adalah link viuGraph di android dan IOS:

Link Google Player viuGraph: KLIK DISINI
Link IOS viuGraph: KLIK DISINI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here