Buntut Sanksi Baru, China Samakan Menlu AS dengan Belalang

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — China menyamakan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo seperti “belalang sembah (praying mantis)”. Sebutan itu muncul menyusul sanksi terbaru yang dijatuhkan AS kepada China atas penangkapan para aktivis pro-demokrasi Hong Kong.

Menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden, Pompeo menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan menargetkan sejumlah sanksi terhadap Beijing.

Salah satunya yakni sanksi baru terhadap enam pejabat, termasuk satu-satunya perwakilan Hong Kong untuk badan pembuat undang-undang tertinggi China.

Sanksi itu dijatuhkan sebagai tanggapan atas penangkapan 55 aktivis demokrasi Hong Kong di bawah undang-undang keamanan baru China.

“Perkembangan Hong Kong dari kekacauan menuju stabilitas tidak dapat dihentikan,” kata Kantor Beijing untuk Urusan Hong Kong dan Makau menanggapi sanksi tersebut, Senin (18/1).

“Orang-orang seperti Pompeo hanyalah belalang sembah yang menggelikan yang berusaha dengan sia-sia untuk menghentikan roda sejarah yang berputar,” ujarnya seperti dikutip dari AFP.

Metafora tersebut berasal dari ungkapan Tiongkok kuno yang menggambarkan kesia-siaan seekor belalang saat mencoba menghentikan kereta dengan kakinya.

Kantor tersebut juga menggambarkan sanksi itu sebagai “trik politik ketika semua trik lainnya habis”, seraya mendesak Pompeo untuk “mengakhiri pertunjukan”, merujuk pada masa jabatannya yang akan berakhir.

Kecaman tak hanya datang dari China. Sebelumnya pada Sabtu, pemerintah Hong Kong mengecam sanksi itu sebagai hal “gila, tidak tahu malu, dan tercela”.

Pada 2019, Hong Kong dikejutkan oleh aksi protes demokrasi besar-besaran dan sering kali disertai kekerasan selama tujuh bulan.

Sejak saat itu, China bersikap keras terhadap aksi protes tersebut, termasuk dengan memberlakukan undang-undang keamanan pada 30 Juni 2020.

Sedikitnya, 90 orang telah ditangkap berdasarkan UU baru itu, sementara massa lainnya menghadapi dakwaan lain terkait dengan aksi protes atau kampanye pro-demokrasi.

AS sebelumnya juga telah menjatuhkan sanksi terhadap China atas tindakan keras tersebut, termasuk terhadap Pemimpin Hong Kong Carrie Lam. Imbasnya, Lam tidak dapat memiliki rekening bank dan harus menyimpan uang tunai secara fisik di rumahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan