Bisnis Tambang Ilegal di Kaltara, Walhi Duga Ada Pembiaran Polisi

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menduga adanya pembiaran yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terkait polisi bisa mempunyai bisnis tambang ilegal di Kalimantan Utara.

“Jika ada tambang ilegal beroperasi lama, patut diduga memang dibiarkan,” kata Manajer Kampanye Tambang dan Energi WLHI Christanto.

Rere juga mencurigai adanya keterlibatan pemangku kepentingan lain dalam bisnis tambang itu. Pasalnya menurut dia bisnis tambang tidak mungkin dilakukan secara diam-diam.

Rere mengatakan dalam aktivitas tambang ilegal itu pasti ada pengerahan tenaga kerja dan alat berat. Sehingga aparat penegak hukum seharusnya sudah mengendus dan menindak aktivitas ilegal itu sejak lama.

Rere menilai adanya polisi yang mempunyai bisnis tambang ilegal itu ironis. Menurutnya polisi seharusnya menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum.

Sebelumnya Polda Kaltara mengamankan barang bukti kasus tambang emas liar yang dimiliki oleh oknum anggota Polri berinisial HSB berlokasi di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan.

arang bukti yang diamankan sebanyak tiga unit escavator, dua unit truk, empat drum Sianida dan lima karbon perendaman.

Kepala Divisi Hukum Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Muhammad Jamal mengungkapkan, pada 2018 silam warga sebenarnya pernah melaporkan kasus serupa kepada Pemerintah Daerah dan Polda Kaltara. Namun tak ada tanggapan.

Menurut dia penangkapan polisi yang punya bisnis tambang ilegal itu merupakan kabar baik. Sebab penambangan ilegal sama dengan perampokan kekayaan negara.

Pihaknya mendesak agar proses kasus tambang ilegal tidak terhenti di satu pelaku saja. Ia menyebut polisi juga harus menyelidiki pihak-pihak lain yang terkait.

Apa lagi menurutnya aktivitas penambangan itu tidak bisa berjalan begitu saja. Ia menduga ada perusahaan besar di belakangnya.

“Harus di usut hingga ke sana. Kita belum bicara saya rusak pertambang ke lingkungan hidup akibat pembangunan sianida dan mercury secara serampangan di sana,” imbuhnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan