Biden Angkat Keturunan Palestina Jadi Pejabat Intelijen

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengangkat seorang penduduk keturunan Palestina, Maher Bitar, sebagai pejabat di Dewan Keamanan Nasional (NSC) yang menangani intelijen.
Dilansir Middle East Monitor yang mengutip Politico, Rabu (27/1), Bitar juga menjadi penasihat umum fraksi bagi anggota Partai Demokrat yang menjadi anggota Komisi Intelijen di Dewan Perwakilan. Dia juga menjadi salah satu orang yang memegang peran penting dalam upaya pemakzulan Donald Trump.

“Saya sangat kagum melihatnya menduduki jabatan baru itu, dan tentu saja kami akan merindukannya di komisi,” kata Ketua Komisi Intelijen DPR AS dari Fraksi Demokrat, Adam Schiff.

“Saya tidak bisa membayangkan kandidat untuk posisi itu yang lebih dari dari Maher,” ujar Schiff.

Bitar juga sempat menjadi Direktur Urusan Wilayah Pendudukan Israel di Palestina NSC di masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

Dia merupakan jebolan Fakultas Hukum Universitas Georgetown, dan meraih gelar Master dalam bidang pemindahan paksa penduduk dari Pusat Pembelajaran Pengungsi Universitas Oxford melalui beasiswa Marshall. Bitar juga pernah bekerja di Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina (UNRWA) di Yerusalem.

Dalam masa kampanye pemilihan presiden AS pada Agustus 2020, Biden menyatakan akan merangkul masyarakat keturunan Arab dalam pemerintahannya. Dia menyatakan hal itu dilakukan untuk melawan pandangan miring terhadap masyarakat keturunan Arab.

Biden juga mengangkat warga keturunan Palestina, Reema Dodin, sebagai staf Gedung Putih. Hal ini membuat Reema menjadi keturunan Palestina pertama yang menduduki jabatan itu.

Selain itu, pada awal Januari, Biden mengangkat perempuan keturunan Yordania, Dana Shubat, sebagai penasihat hukum utamanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan