Benarkah Teh Hijau dan Kopi Bisa Turunkan Risiko Kematian?

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Kopi dan teh hijau merupakan dua macam minuman yang umum ditemukan dalam keseharian. Selain memiliki rasa dan aroma yang menggugah selera, kedua minuman ini juga dinilai dapat menurunkan risiko kematian.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan tim peneliti dari Osaka University. Studi ini menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan teh hijau dengan risiko kematian yang lebih rendah.

Studi ini melibatkan sekitar 46.000 partisipan berusia 40-79 tahun di Jepang. Melalui studi ini, selama 18 tahun peneliti berupaya untuk mempelajari hubungan antara teh hijau dengan kesehatan jatung dan risiko kematian.

Hasil studi menunjukkna bahwa penyintas strk yang minum tujuh gelas atau lebih teh hijau sehari memiliki risiko kematian 62 persen lebih rendah dibandingkan penyintas strok yang jarang minum teh hijau. Hasil serupa juga ditemukan apda para penyintas serangan jantung laki-laki.

“62 persen adalah (angka) yang besar,” jelas peneliti medis dan ahli kesehatan jantung profesor Naveed Sattar, seperti dilansir Science Focus, Selasa (9/2).

Studi yang digawangi oleh Masayuki Teramoto dan rekan penelitinya ini juga mengungkapkan bahwa konsumsi kopi dapat memberikan manfaat serupa. Konsumsi kopi setiap hari diketahui dapat menurnkan risiko kematian pada orang sehat dan penyintas strok.

Belum diketahui secara pasti bagaimana teh hijau dan kopi mempengaruhi kesehatan jantung. Akan tetapi, kandungan polifenol yang kaya pada teh hijau dinilai turut berperan dalam penurunan risiko tersebut.

Terlepas dari temuan ini, Sattar mengingatkan bahwa minum teh atau kopi secara rutin saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan, khususnya kesehatan kardiovaskular. Diperlukan juga beragam upaya lain seperti memangkas asupan garam, mengonsumsi lebih banyak sayur, buah, dan serat, menerapkan pola makan rendah kalori, dan aktif secara fisik.

“Untuk nutrisi, peningkatan asupan serat dalam pola makan adalah kunci, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa serat memperbaiki faktor risiko,” ujar Sattar.

Selain itu, manfaat menyehatkan dari teh hijau dan kopi juga sangat bergantung pada cara penyajiannya. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan optimal, peneliti Profesor Hiroyasu Iso menganjurkan agar minuman teh hijau atau kopi tidak ditambahkan dengan gula atau susu.

“Dalam budaya Jepang, teh hijau umumnya dibuat dengan air putih tanpa gula. Sebagai tambahan, kopi dibuat dengan air putih dan kadang disertai susu dan gula,” tukas Profesor Iso.

Beberapa variabel lain juga turut mempengaruhi risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular dan kematian. Sebagian di antaranya adalah kebiasaan merokok dan riwayat diabetes.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan