Belum Adanya Vaksinasi,Kematian Akibat Kanker Serviks Meningkat

  • Bagikan
Ilustrasi Kanker Serviks

Jakarta,KabarBerita.id — Angka kematian akibat kanker serviks pada perempuan di Indonesia meningkat hingga 15% dikarenakan banyak yang belum mendapatkan vaksinasi HPV.
Hal tersebut dikemukakan oleh dr Maria Ratna Andijani, spesialis kandungan Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk,dalam seminar pada hari Selasa (27/4).

Menurutnya usia yang rentan terinfeksi oleh virus HPV, terutama HPV tipe 16 dan 18 yang dapat berakibat kanker serviks ialah di usia-usia produktif.Satgas Imunisasi Anak dan Dewasa merekomendasikan untuk melakukan vaksinasi HPV mulai dari usia 9-55 tahun sebagai upaya perlindungan.

Selain itu dianjurkan bagi para perempuan yang telah menikah untuk melakukan tes pap smear atau tes IVA secara rutin sebagai upaya deteksi dini.

“Kami mengajak para perempuan Indonesia untuk segera mencari informasi mengenai apa itu kanker serviks dan bagaimana pencegahannya dengan berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit maupun klinik terdekat,” ungkap Maria.

Menurutnya vaksinasi merupakan sebuah investasi kesehatan yang bisa dilakukan sebagai upaya lebih baik mencegah daripada mengobati.

Strategi Global WHO mengeliminasi kanker serviks di seluruh negara yakni dengan pemberian 90% vaksinasi HPV,70% cakupan skrining,serta 90% akses pengobatan terkait. Oleh karena itu hal tersebut sejalan dengan adanya rekomendasi vaksinasi HPV yang dilakukan di Indonesia.

Vaksinasi HPV memiliki manfaat lain selain mencegah bahaya kanker serviks yakni beberapa penyakit kulit dan kelamin pada pria.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan