Beda Pendapat Internal NU Soal Keterlibatan di POP Kemendikbud

Jakarta, KabarBerita.id — Keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) dalam Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud hari ini memasuki babak baru setelah Katib Aam Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menemui Mendikbud Nadiem Makariem. Seusai pertemuan, Gus Yahya menyatakan, pihaknya tetap mengikuti POP setelah menerima klarifikasi Nadiem.

Gus Yahya mengatakan, pertemuannya dengan Mendikbud atas persetujuan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Pertemuan dua pihak itu mendiseminasikan hasil rapat PBNU pada Selasa (4/8), soal kelanjutan mengikuti POP. Dia mengatakan, keputusan PBNU itu menimbang dua hal klarifikasi dari Kemendikbud soal POP.

“Pertama, POP bukan program yang bersifat akar rumput tapi lebih bersifat laboratorial. Memang sudah ada klarifikasi dari Mendikbud sebelumnya bahwa dengan POP ini sebenarnya Kemendikbud hanya bermaksud membeli model inovasi dari berbagai pihak yang menawarkan gagasan,” katanya.

Klarifikasi kedua, kata dia, pelaksanaan POP dimulai bulan Januari 2021 yang akan datang. Sehingga, ada waktu yang cukup untuk menuntaskan kendala pelaksanaan program sepanjang tahun

Pernyataan Gus Yahya itu kemudian segera direspons oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, KH Arifin Junaidi. Lewat keterangan resminya, Arifin menyatakan, pihaknya tidak tahu menahu akan hal itu dan memastikan pihaknya tetap pada sikap untuk tidak bergabung ke POP sampai ada revisi komperehensif atas konsep POP Kemendikbud.

“Sampai saat ini LP Ma’arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komperehensif atas konsep POP Kemendikbud,” ungkap Arifin.

Menurut Arifin, pernyataan Yahya soal POP tidak mewakili LP Ma’arif NU. LP Ma’arif NU, tegasnya, tetap pada sikapnya seperti yang sudah dinyatakan dalam tiga poin beberapa waktu yang lalu.

“Secara struktural LP Ma’arif NU adalah lembaga di lingkungan NU yang berada di bawah koordinasi langsung Pengurus Tanfidziyah NU, karenanya LP Ma’arif NU akan ikuti dan patuhi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU,” kata dia.

Sebelumnya, lewat keterangan tertulisnya, Selasa (4/8), LP Ma’arif NU meminta Kemendikbud untuk mematangkan konsep POP dan menunda pelaksanaannya tahun depan. Menurut dia, pihaknya mempertimbangkan untuk bergabung dalam POP tahun depan setelah mempelajari dan mencermati revisi konsep POP.

Apabila Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini, maka LP Ma’arif NU menyatakan tidak bergabung dalan POP Kemendikbud. Arifin meminta kepada Kemendikbud untuk tidak mencantumkan LP Ma’arif NU ke dalam daftar penerima POP tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here