Baru 36 Persen Warga Indonesia yang Mengenyam Bangku Kuliah

Bandung, KabarBerita.id — Masyarakat di Indonesia yang bisa mengenyam bangku kuliah, hingga saat ini, masih minim. Di Indonesia, jumlah itu baru 36 persen yang bisa kuliah. Sementara di Malaysia hampir 80 persen, bahkan Korea Selatan sampai 90 persen.

“Jadi, di Indonesia dari 10 orang, baru 3 orang yang kuliah. Padahal, kuliah ini investasi yang baik untuk setiap individu. Karena, kuliah di Perguruan Tinggi membuat setiap orang memiliki kesejajaran,” ujar Ketua LLDIKTI Wilayah IV Prof Dr Uman Suherman, kepada wartawan di acara Wisuda Universitas Insan Cendekia Mandiri di Hotel Horison, Senin (9/11).

Uman menjelaskan, masih sedikitnya masyarakat masuk ke perguruan tinggi karena kemampuan akademiknya serta masalah pemahaman. Menurutnya, tantangan yang utama yang harus dihadapi mahasiswa adalah tak cukup bisa mengerjakan tugas tapi bagaiaman seorang mahasiswa bisa merubah pola pikir. “Terutama, memiliki kecerdasan sosial tak hanya intelektual,” ujarnya.

Rektor Universitas Insan Cendekia Mandiri, Drs H Sodikin Mpd mengatakan, kampusnya menggelar wisuda tatap muka di masa pandemi Covid 19, setelah melakukan berbagai pertimbangan. Kata dia, wisuda ini sebenarnya telah direncanakan sejak awal tahun 2020. Yakni, direncanakan pada Maret. Namun, saat pihaknya terus menunggu situasi membaik.

“Mahasiswa hasil pollingnya ingin wisuda secara langsung. Karena kalau wisuda online agak kurang. Makanya, mereka memilih menunggu. Kami lihat, pernikahan sudah boleh digelar akhirnya kami pun menggelar wisuda,” paparnya.

Sebelum acara digelar, kata dia, pihaknya telah izin ke gugus tugas Covid 19. Mencari hotel tempat wisuda pun, harus didukung protokol kesehatan yang ketat.

“Sebelum masuk ke tempat acara, semua harus tes rapid dulu. Orang tua di batasi yang hadir hanya satu orang,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here