Bantuan Sosial Kemensos Rp1,2 Miliar Untuk Tsunami Lampung

Bandarlampung, Kabarberita.id – Total bantuan sosial tanggap darurat dari Kementerian Sosial, hingga saat ini untuk korban tsunami di Lampung, sebesar Rp1,290 miliar lebih.

“Bantuan itu terdiri atas logistik Rp1,185 miliar lebih dan santunan ahli waris untuk tujuh orang sebesar Rp105 juta,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan, bantuan dari Kemensos tersebut telah disalurkan untuk keperluan tersebut di atas.

Menurutnya, tsunami di Provinsi Lampung menyebabkan kerusakan di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan status tanggap darurat pada 22 Desember 2018 hingga 31 Maret 2019. Sementara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menetapkan status tanggap darurat 23 hingga 29 Desember 2018, kemudian diperpanjang 30 Desember 2018 hingga 5 Januari 2019. Dampak tsunami hingga 31 Desember 2018 berdasarkan data BNPB sebanyak 120 jiwa meninggal (Lampung Selatan 118 jiwa, Tenggamus 1 jiwa, dan Pesawaran 1 jiwa). Dari jumlah tersebut, 9 diantaranya merupakan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Tsunami juga menyebabkan 7 jiwa hilang, 108 jiwa luka berat/rawat inap, 108 jiwa mengungsi, 625 rumah rusak (termasuk 167 KPM PKH dan Kartu Keluarga Sejahtera/KKS hilang), 7.942 jiwa mengungsi. Sementara Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan untuk pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara dan perlengkapan terdiri dari tenda serba guna keluarga dan tenda gulung 332 unit, velbed, selimut dan kasur busa 1.600 unit, perlengkapan keluarga dan anak-anak 400 paket. Selain itu, untuk pemenuhan kebutuhan makanan, telah disalurkan makanan siap saji dan lauk pauk 3.600 paket, mie Instan 32.000 bungkus, serta pengoperasian dapur umum lapangan di 8 titik dengan produksi 24.000 nasi bungkus/hari, serta dapur mandiri yang dikelola oleh masyarakat.

“Dapur umum dioperasikan oleh Tagana Total yang terlibat adalah 175 Tagana terdiri dari Lampung Selatan, Tanggamus, Kota Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung,” jelasnya. Titik lokasi dapur umum adalah MTS Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Cugug, SMA Negeri 1 Kalianda, Tennis Indoor Kalianda, Balai Desa Toto Harjo, Kantor Gubernur Lampung, dan Masjid Al Furqon. Untuk memberikan penguatan kepada warga terdampak tsunami, Kementerian Sosial juga memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang dilaksanakan 56 petugas termasuk 12 Peksos Supervisor Program Keluarga Harapan (PKH).

Mereka bertugas di 2 Pos LDP dan menyebar ke titik pengungsian lainnya. Dua titik LDP di Lapangan Tenis Indoor, Kalianda, Lampung Selatan dan Kantor Gubernur Provinsi Lampung. Kegiatan ini dihadiri 1.000 hingga 1.500 pengungsi anak-anak/ibu-ibu per hari. Bentuk kegiatan diantaranya psikoterapi, play therapy, pengajian, istighosah, hypnotherapy, psiko edukasi. Kemensos juga diperkuat 11 petugas Sakti Peksos Kementerian Sosial dibantu tiga orang petugas Dinas Sosial Provinsi Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here