Australia Batalkan Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Australia dan Selandia Baru membatalkan peringatan tsunami usai gempa magnitudo 7,7 terjadi di Pasifik Selatan pada Kamis (11/2). Sejauh ini tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa itu.
Badan pengawas tsunami di sekitar lokasi gempa telah mengeluarkan imbauan pada warga agar menjauhi pantai dan pesisir karena ada risiko gelombang air laut yang tidak biasa. Peringatan itu kemudian ditarik, lalu otoritas di Australia dan Selandia Baru menyampaikan ancaman tsunami telah lewat.

“Berdasarkan pemodelan terbaru dan penurunan amplitudo tsunami di North Cape, Great Barrier Island, dan East Cape, ancaman tsunami telah berlalu untuk Selandia Baru,” kata National Emergency Management Agency Selandia Baru seperti diberitakan Reuters.

Australia yang sebelumnya menyatakan ‘tsunami terkonfirmasi’ membatalkan peringatan tsunami untuk penduduk di Pulau Lord Howe yang berjarak 500 km arah timur daratan Australia.

Menurut The European Mediterranean Seismological Centre (EMSC), sumber gempa magnitudo 7,7 di Pasifik Selatan berada 417 km arah timur Tadine, Kaledonia Baru, di kedalaman 10 km.

Gempa susulan terjadi setidaknya tiga kali di area itu dengan magnitudo antara 5,7 hingga 6,1 selama sekitar 1 jam.

Sistem pengawas tsunami Amerika Serikat sempat menyatakan terdapat potensi tsunami di Vanuatu, Fiji, dan Selandia Baru. Gelombang dikatakan mencapai 1 meter di atas permukaan air pasang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan