AS akan Larang Impor dari Xinjiang China

Xinjiang, KabarBerita.id — Pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (AS) telah menyiapkan perintah untuk memblokir impor kapas dan tomat dari Xinjiang, China yang diduga sebagai hasil dari kerja paksa warga etnis Uighur yang berada di wilayah itu.

Meski demikian, pengumuman resmi dari pemerintah negara adidaya tersebut masih ditunda, setelah sebelumnya dijadwalkan pada Selasa (8/9).

Dalam laporan terbaru, Pemerintah AS dilaporkan menunda pengumuman larangan impor kapas dan tomat dari Xinjiang hingga akhir pekan ini. Selain dua produk tersebut, ada lima lainnya yang rencananya juga diblokir, yang disebut berpotensi memicu ketegangan Negeri Paman Sam dengan China atau antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Perintah penahanan pembebasan mengizinkan badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbayasan menahan pengiriman berdasarkan kecurigaan keterlibatan kerja paksa di bawah undang-undang AS yang sudah lama berlaku untuk memerangi perdagangan manusia, pekerja anak, dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

Pemerintah negara itu, yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump telah meningkatkan tekanan terhadap China atas perlakukan terhadap warga Uighur, yang merupakan etnis minoritas di Xinjiang.

Sebelumnya, PBB melaporkan bahwa setidaknya satu juta warga Uigur ditahan di sejumlah kamp konsentrasi dan menjalani kerja paksa. Pemerintah China telah membantah laporen tersebut dan mengatakan kamp-kamp sebagai pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk melawan ekstremisme.

Dalam pernyataan pada Rabu (9/9), Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa langkah AS adalah upaya menargetkan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu. Bahkan, AS juga disebut tidak peduli mengenai hak asasi manusia, yang dijadikan sebagai alasan larangan impor tersebut.

“Mereka hanya menggunakan ini sebagai dalih untuk menindas perusahaan China, mengguncang Xinjiang dan memfitnah kebijakan di Xinjiang,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here