Alasan DPRD DKI Walk Out Rapat Paripurna: PSI Inkosisten

Jakarta, KabarBerita.id — Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Jamaludin melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruang rapat paripurna saat perwakilan Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan membacakan pandangan umum. Ia menjelaskan, aksi itu dilakukan lantaran sikap inkonsisten PSI terkait Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI 2021.
Jamaludin mengatakan, ia mengaku kecewa dengan sikap PSI yang inkonsisten itu karena dalam rapat-rapat pembahasan sebelumnya Fraksi PSI ikut menyetujui besaran RKT DPRD tahun 2021.

“Ini kan tidak konsisten, nah kami tidak mau nanti pandangan umum ini dibacakan kemudian dibantah lagi oleh partainya. Ya kan percuma saya dengerin,” tutur Jamaludin usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/12).

Jamaludin menegaskan bahwa RKT telah diputuskan secara kolektif. Menurutnya, PSI juga tak pernah menolak kesepakatan soal hal tersebut.

“RKT itu sesuatu yang sudah diputuskan, secara kolektif sudah diputuskan, karena apapun yang kita bilang benar selama itu sudah banyak bilang benar dia ikut menyatakan benar walaupun dia bilang tidak benar, tapi ini tidak ada yang namanya sikap menolak dari dia,” katanya.

Menurut Jamaludin, Fraksi PSI ikut hadir selama rapat pembahasan RKT. Anggota Fraksi PSI juga tidak menyatakan keberatan soal besaran RKT.

Di sisi lain, Jamaludin menegaskan bahwa sikapnya ini bukan kesepakatan dengan anggota dewan yang lain. Ia juga tidak mengetahui jika tindakannya diikuti oleh anggota dewan yang lain.

“Jadi ini tidak ada kesepakatan. Ini murni saya aja, karena saya sudah kecewa dengan sikap-sikap seperti itu,” ujarnya.

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta diwarnai aksi meninggalkan ruangan atau walk out saat perwakilan Fraksi PSI akan membacakan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.

Tindakan ini diawali oleh anggota Fraksi Partai Golkar, Jamaludin lantas diikuti anggota lain parlemen. Alhasil, seluruh anggota kecuali Fraksi PSI meninggalkan ruang rapat paripurna.

PSI sendiri mengaku menghargai segala perbedaan sikap dan pandangan tersebut. PSI menyatakan bahwa aksi walk out itu tak memengaruhi sikap PSI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here