Ada Mutasi Corona, DPR Kritik Pintu Masuk Indonesia Longgar

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Anggota Komisi IX DPR, Saleh Daulay menilai masuknya varian baru virus corona SARS-CoV-2 B117 dari Inggris ke Indonesia terjadi karena pintu masuk Indonesia terlalu longgar.
Dia mengkritisi lemahnya pengawasan warga yang keluar masuk Indonesia dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya merasa bahwa pintu masuk kita dari luar negeri terlalu longgar. Tentu harus diperketat lagi, terutama screening-nya harus tuntas,” kata Saleh saat dihubungi, Rabu (3/3).

Menurut Saleh, pemerintah mestinya bisa memastikan siapapun yang masuk wilayah Indonesia harus dinyatakan bebas dari virus corona.

“Jadi memang screening di bandara, pintu-pintu masuk kita harus lebih kuat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya screening merupakan salah satu pertahanan Indonesia dari wabah virus corona. Terlebih, varian baru virus corona ini merupakan kasus impor dari luar negeri.

Saleh meminta pengawasan di bandara terhadap pendatang dari luar negeri juga harus lebih diperketat. Ia meminta petugas tidak segan melakukan karantina terhadap pendatang yang menunjukkan gejala mengidap virus corona.

“Jangan sampai ada yang lolos masuk Indonesia, enggak steril. Kalau ditemukan hal aneh-aneh, jangan segan untuk karantina, isolasi bagi mereka yang baru masuk,” ujarnya.

Menurut Ketua Fraksi PAN di DPR ini, pemerintah juga perlu melakukan antisipasi agar varian baru virus corona tidak menyebar luas. Apalagi saat ini pemerintah tengah menggenjot program vaksinasi Covid-19.

Saleh juga mendorong agar pemerintah menutup pintu masuk bagi WNA sesuai kebutuhan. Jika pemerintah merasa varian baru virus corona itu akan memberi dampak negatif, maka pemerintah harus segera menutup pintu masuknya.

“Kalau melihat ini sudah sangat berbahaya, itu perlu (menutup). Tapi kan yang bisa menentukan bahaya atau tidak, pemerintah dan satgas penanganan Covid-19,” ujarnya.

Anggota Komisi IX dari Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo juga mendorong agar pihak imigrasi lebih ketat dalam pengawasan pendatang dari luar negeri. Menurutnya, imigrasi tidak boleh hanya berpegangan dengan surat keterangan bebas Covid-19 dari luar negeri.

“Tapi begitu masuk Indonesia perlu di-screening, di-testing. Karena beberapa waktu lalu, meskipun menggunakan surat, masih ada yang terpapar positif banyak dari luar negeri,” ujar Rahmad.

“Jadi tidak boleh kecolongan lagi, apalagi ini variannya kita belum tahu model seperti apa,” imbuhnya.

Dia lalu meminta agar warga tidak panik dengan temuan varian baru virus corona ini. Menurutnya, warga hanya perlu tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Senada, anggota Komisi IX dari Fraksi NasDem, Nurhadi juga meminta pemerintah untuk bekerja lebih keras melakukan testing dan tracing terhadap pihak-pihak yang sempat berhubungan dengan dua orang yang mengidap varian baru virus corona.

“Meminta kepada pemerintah, terutama jajaran Kemenkes RI untuk lebih lagi bekerja keras, melakukan langkah-langkah preventif, kuratif dan tindakan-tindakan yang terarah dan solutif,” kata Nurhadi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 atau varian baru Virus Corona terdeteksi masuk RI dari Arab Saudi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan