70 Persen Mahasiswa Kampus Swasta Menunggak UKT

Ilustrasi

Jakarta, KabarBerita.id — Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko mengatakan 70 persen mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS) menunggak uang kuliah tunggal (UKT) atau sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Budi menjelaskan, pandemi Covid-19 membuat mahasiswa yang berasal dari kalangan ekonomi menengah bawah kesulitan untuk membayar.

“Sekarang makin meningkat jumlahnya, yang menunggak itu sesuai laporan yang diterima APTISI 70 persen, dan hanya 30 persen yang pada bayar,” kata Budi saat dihubungi Republika, Ahad (9/8).

Karena itu, saat ini mahasiwa yang menunggak pembayaran terpaksa cuti perkuliahan karena tidak bisa membayar. Ia mengatakan, bantuan dari pemerintah terkait keringanan pembayaran UKT ternyata tidak bisa membantu keseluruhan.

“Tahun ini bantuan lebih banyak, kalau dulu kan di bawah 10 persen dari total yang dibantu ke mahasiswa, sekarang naik banyak, ada kemajuan tetapi juga tidak bisa mengkaver semuanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyaknya mahasiswa yang cuti membuat PTS juga bermasalah. Sebab, kebanyakan mahasiswa yang menunggak pembayaran ada di PTS kecil yang mahasiswanya di bawah 1.000-2000 mahasiswa.

Ia mengatakan, tidak sedikit PTS kecil memiliki mahasiwa yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. “Karena PTS kecil biayanya murah, mereka yang sekolah dari rata rata orang tidak mampu, nah saat begini, mereka yang justru kena dampak, nah ini yang Pemerintah, Dikti dan Kopertis yang tidak dipikirkan,” ungkapnya.

Ia pun berharap, semua pihak khususnya pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan BUMN membantu permasalahan PTS kecil tersebut. “Tentu kami ingin semua pihak ya, sekarang tudak bisa mengandalkan pemerintah saja, karena mengandalkan pemerintah itu kita tau sendiri pemerintah dalam kondisi ini banyak prioritasnya,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here