6 Perubahan Fisik yang Menandai Stres

  • Bagikan

Jakarta, KabarBerita.id — Tiap orang mungkin pernah menghadapi situasi yang memicu stres berlebih. Akan tetapi, sebagian orang cenderung memilih untuk diam dan tak membicarakan permasalahan tersebut.

Meski tak dibicarakan, bukan berarti stres yang dirasakan otomatis akan menghilang. Orang-orang yang menyembunyikan rasa stresnya kemungkinan tetap akan memunculkan beberapa tanda stres.

Penulis buku De-Stress Effect Charlotte Watts mengatakan tanda atau gejala stress ini tak selalu berkaitan dengan sikap atau perilaku. Tanda stres ini juga bisa berkaitan dengan defisiensi zat gizi yang kemudian memunculkan gejala fisik.

“Periode-periode stres menggunakan sebagian besar nutrisi dengan lebih cepat,” jelas Watts, seperti dilansir Men’s Health.

Hal ini terjadi karena saat tubuh stres, seluruh sistem tubuh kita bekerja lebih cepat dan lebih tinggi. Sistem tubuh ini mencakup energi, respons otak, hormon, dan imunitas.

Watts mengatakan ada enam perubahan fisik yang mungkin dapat menjadi pertanda bahwa seseorang sebenarnya sedang stres. Slaah satu di antaranya adalah bibir pecah-pecah. Bibir pecah-pecah dapat mengindikasikan adanya kekurangan vitamin B6.

Tanda lainnya adalah menggemeretakkan gigi dan munculnya bintik putih pada kuku. Watts mengatakan bintik putih pada kuku dapat dipicu oleh kekurangan zinc.

Stres juga dikatakan dapat memicu kekurangan magnesium yang kemudian menyebabkan konstipasi atau diare. Selain itu, Watts mengatakan kekurangan vitamin C saat stres dapat menyebabkan gusi berdarah dan kekurangan vitamin E dapat menyebabkan munculnya spot-spot pada tungkai.

Ada beberapa cara yang dapat membantu mengelola rasa stres. Seperti dilansir Healthline, sebagian cara yang dapat membantu mengelola stres adalah olahraga, mengurangi asupan kafein, menuliskan perasaan atau menuliskan hal-hal yang patut disyukuri, mengunyah permen karet, dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan