40 Persen Lansia di Indonesia Berstatus Rentan dan Miskin

Jakarta, KabarBerita.id – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan 40 persen dari total 25,67 juta orang berusia lanjut (lansia) atau sekitar 12,6 juta jiwa berada dalam status sosial ekonomi terbawah yang masuk kategori rentan dan miskin atau prasejahtera.

“Kemensos mempunyai data terpadu kesejahteraan sosial yang sudah diverifikasi, terakhir pada 2019,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemenasos Harry Hikmat dalam webinar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bertema Pahami Lansia, Bahagia Seluruh Keluarga, di Jakarta, Rabu.



Ia mengatakan jika melihat situasi yang dialami para lansia, mereka cenderung memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi.

Meskipun, sebagian kecil lansia memiliki akses terhadap lapangan kerja, tetapi jaminan kesehatan, hari tua dan pensiun bagi mereka sangat terbatas.

Selain itu, para lansia tersebut juga memiliki tingkat ketergantungan atau rasio dependensi yang meningkat drastis dari 15,7 persen pada 2020 dan diperkirakan akan mencapai 33,3 persen pada 2040.



Walaupun sebagian lansia masih dianggap membebani keluarga atau orang-orang yang masih berusia produktif, Kemensos, katanya, tetap berharap agar kehadiran para lansia tersebut dipandang sebagai warga negara pada umumnya.

“Tidak dipandang sebagai beban dari keseluruhan penduduk yang ada. Tetapi harus ditempatkan secara bijak atas potensi dan kearifan yang dimiliki oleh para lansia untuk mengawal bangsa ini, karena dengan pengalaman yang panjang, sudah tentu memiliki hal-hal yang patut kita maknai di era kekinian atas dasar pengalaman yang dimiliki orang tua kita,” katanya.

Untuk mendukung ketahanan para lansia tersebut, Kemensos juga sudah melakukan banyak hal, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan PKH) yang kata Harry, sudah memberikan dukungan kepada keluarga yang tinggal bersama lansia, termasuk prioritas yang berusia 70 tahun ke atas, yaitu sebanyak 1,1 juga jiwa.



“Dan ini (mereka) mendapatkan pendampingan intensif melalui family development session yang dilakukan para pendamping PKH,” katanya.

Selain itu, Kemensos juga mengupayakan bagaimana sistem rehabilitasi sosial bisa terintegrasi dengan perlindungan bagi lansia. Bahkan dengan upaya untuk memastikan jaminan sosial bisa terpenuhi sepanjang hayat, selain juga upaya-upaya yang masih dimungkinkan melalui pemberdayaan sosial bagi lansia yang potensial.

“Di sisi lain negara hadir untuk memastikan perluasan jangkauan rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi lansia, baik itu berbasis keluarga, komunitas maupun resedential,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here